Komandan Kokam Jawa Timur: Ulama & Negarawan dalam Film Jejak 2 Ulama

0
398
Foto diambil dari tribunstyle

KLIKMU.CO

Oleh: Al-Muslimun*

Jejak Langkah 2 Ulama, film bagus yang digarap LSBO PP Muhammadiyah dan Ponpes Tebuireng Jombang, yang mengisahkan KH. H. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dan KH. H. Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama’ patut kita tonton, sajiannya menarik, berimbang dan sarat nilai.

Penting kita tonton untuk kita contoh ketauladanan beliau dalam menyebarkan agama dan berkhidmat untuk ummat (masyarakat, rakyat, bangsa), meninggikan derajat Islam, dari Islam sebagai pembebasan belenggu, kebodohan, penjajahan, menjadi mencerahkan, beradab, dan berakhlakul karimah.

Sajian menarik karena film ini dilandasi dengan hasil penelitian, mendekati dengan sejarah sebenarnya dan pesan moralnya juga tersampaikan, moral apik kedua tokoh yang ulama’ sekaligus negarawan, sang suradara, Sigit Ariansyah, pun bekerja keras dan teliti memilih aktor yang sesuai memerankan tokoh tersebut.

Penelitianpun dilakukan, baik di Yogyakarta maupun di Jombang, Jatim, penelitian ini dilakukan untuk menegaskan kebesaran dan kiprah kedua tokoh tersebut, seperti yang ditegaskan oleh Syukriyanto AR, Ketua LSBO PP Muhammadiyah, bahwa film ini berkisah tentang 2 ulama besar di Indonesia, yakni KH. Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi Muhammadiyah dan KH. Hasyim Asy’ari yang mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng dan Nadhatul Ulama (NU). Mengingat kedua tokoh itu selalu mengajarkan untuk berdakwah dengan cara yang menyejukkan, menyegarkan, damai, dan penuh toleransi.

Proses penelitian yang dilakukan oleh LSBO PP Muhammadiyah, Ponpes Tebuireng Jombang dan racikan cerdas dari sang Sutradara menampilkan film berimbang, warga NU dan Muhammadiyah sama-sama senang, warga NU dan Muhammadiyah nonton bareng, lembaga naungan NU dan AUM Muhammadiyah juga berkolaborasi mengadakan nonton bareng, bersatu waktu nonton bareng, juga bersatu membangun bangsa dan bersatu dalam ukhuwah islamiyah.

Apresiasi atas film Jejak Langkah 2 Ulama ini, nilai besar pesan didalamnya tersampaikan kepada penonton, warga NU & Muhammadiyah, kebersamaannya, hingga menauladani tokoh pendiri ormas penjaga Indonesia, tokoh besar ulama dan negarawan, semoga kita bisa menauladani beliau, khususnya, kita mulai dari diri saya sendiri. Bismillah, AllahuAkbar.

*Komandan Wilayah KOKAM Jatim.
🇮🇩

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here