Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kecam Orang Tua yang Eksploitasi Anak Jadi Pengemis

0
102
Jasra Putra, M.Pd (Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia)

KLIKMU.CO – Tiga orang anak di Kota Padang diduga dipaksa mengemis oleh orangtuanya sejak setahun lalu. Hal tersebut diketahui setelah ketiganya diamankan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Jumat (9/11) seperti berita yang dilansir http://news.klikpositif.com.

Menurut Jasra Putra, M.Pd Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kalau terbukti, orang tua bisa dituntut dengan pasal eksploitasi anak secara ekonomi dan terancam pidana 10 tahun dan denda 200 juta.

Ia menjelaskan, Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak pasal 76 I menyatakan setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadao anak.

Adapun lanjut Jasra, pasal 88 menyatakan setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 I, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak 200 juta rupiah.

“Kita mengecam tindakan orang tua yang tidak bertanggungjawab tersebut. Seharusnya orang tua sebagai pelindung utama anak, namun yang terjadi malah sebaliknya. Kita minta pihak berwajib untuk memproses dugaan eksploitasi anak secara ekonomi. Kita sayangkan juga Kota Padang yang telah memperoleh menjadi Kota Layak Anak belum mampu merespon dan memetakan secara baik persoalan keluarga,” tandas Jasra.

Dia menambahkan, setidaknya kasus yang serupa sudah dua kali terjadi dalam tahun ini, ditambah lagi kejadian anak yang diikat di lapangan Imam Bonjol Padang oleh orang tuanya karena anak mengalami disabilitas gangguang kejiwaan.

“KPAI akan dalami kasus ini dan melakukan koordinasi dengan Kemensos dan Pemkot Kota Padang terkait langkah-langkah terbaik penyelesaian anak agar tidak tereksploitasi dan bisa memperoleh hak berpendidikan,” ungkapnya.

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu mengatakan, pihaknya akan meminta sakti peksos untuk melakukan pendampingan dan asesmen secara mendalam terkait kesiapan bapak dan ibu tirinya untuk mengasuh anak atau keluarga derajat kedua atau ketiga dari anak tersebut. Sebab anak punya hak untuk tetap berada dalam keluarganya.

“Kita juga berharap keluarga besar anak mengambil tanggungjawab kepada anak, sehingga pengasuhan budaya yang dilakukan oleh ninik mamak di ranah minang bisa kembali berfungsi secara baik,” pungkas Jasra. (Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here