Komnas Pendidikan: Selamatkan Anak Muda Surabaya dari Budaya Ngelem

0
99
Foto H.M.Arif An ( pojok kanan) ketika diskusi permasalahan sosial kemasyarakata diambil dari dokumen pribadi denpeyi

KLIKMU.CO

Oleh: H.M.Arif An*

Menyikapi fenomena
anak dan remaja menghirup aroma lem sebelumnya terjadi di Kelurahan Kutisari, Tenggilis, Surabaya pada Minggu (11/11). Petugas Polsek Tenggilis berhasil menangkap 10 anak, dua di antaranya perempuan. Mereka diketahui berumur 10-18 tahun.

Kejadian serupa kembali terjadi di Jalan Banyu Urip, Surabaya pada Senin, (19/11). Tim Odong-Odong Satpol Polisi Pamong Praja (PP) Surabaya berhasil menangkap lima anak yang saat itu kedapatan mabuk saat menghirup lem. Mereka diketahui berumur sekitar 15-16 tahun.

Temuan yang tidak biasa dengan ditemukannya perilaku menghirup aroma lem atau ngelem sudah banyak dilakukan remaja di Kota Surabaya, Jawa Timur membuat kami Karang Taruna Kota Surabaya sangat sedih prihatin.

“Lima anak remaja yang kedapatan ngelem dan kemarin ditemui oleh Walikota Surabaya Bu Risma, sebenarnya ini perilaku menyimpang untuk berbuat fly dengan harga murah yang selama ini sudah banyak yg melakukan itu dimasyarakat,” kata Ketua Karang Taruna Kota Surabaya M. Arif An.

Menurutnya, Karang Taruna Kota Surabaya punya Satgas Kartika (Satuan Tugas Kartar Anti Narkotika) sudah melihat ada pergerakan khususnya remaja ekonomi kebawah dengan cara melakukan penyalahgunaan narkoba dengan alat atau cara yang murah diantaranya menghirup lem.

M. Arif An mengatakan, beberapa bulan lalu kita menyampaikan Darurat Miras yang sempat heboh dengan beberapa kasus yang meninggal dunia. Saat itu kami sudah mengingatkan bahwa akan ada cara yang lain agar mereka menemukan perilaku bebas kayak Narkoba sejenisnya dengan adanya penemuan obat carisopodrol yang disalahgunakan itu salah satunya.

“Mereka pasti mencari murah, dan pasti kebanyakan obat yang bisa disalahgunakan untuk dikonsumsi bebas. Ini bisa masuk penyalahgunaan narkoba,” kata M. Arif An yang juga Koordinator Komnas Pendidikan Kota Surabaya.

Banyak cara-cara yang lakukan dalam penyalahgunaan narkoba, seperti yang disampaikan dr Sukma kebanyakan yang tidak punya uang kebanyakan menyalahgunakan narkoba, salah satunya ngelem yang sifatnya adiktif. Bahkan, bisa penyalahgunaan yang lain seperti inhalasi (menghirup) bensin, penghilang cat kuku (kutek) dan thiner untuk cat.

“Mari kita bergandengan tangan, perkuat lembaga Karang Taruna yang paling bawah yaitu RT dan RW sebagai penangkal awal remaja kita dengan berbagai kegiatan produktif dikampung ,” kata Arif An yang juga Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Timur.

Untuk itu, program Pemkot dalam bentuk lomba-lomba yaitu lomba kebersihan dan kampung pendidikan perlu dimasukkan penilaianya program kepemudaan dan remaja dikampung-kampung tersebut ini adalah salah satu bentuk upaya preventif .

“Kami ingin Organisasi Kemasyarakatan Pemuda bisa menjadi solusi dan bisa menjadi rumahnya anak muda diera Millineal dan melepas gaya lama yang ditinggal zaman, sehingga ada upaya kita menjadi rumahnya curhat, ormas keagamaan dan pemangku pendidikan harus bersinergi” katanya.

Kebanyakan perilaku menyimpang yang dilakukan remaja di Surabaya ini, karena ketidaktahuan terhadap efeknya dan hanya ikut-ikutan teman sahabat dan teman dekatnya serta ingin bergaya hidup yang ke ala barat baratan.

*Ketua Karang Taruna Kota Surabaya dan Koordinator KomnasĀ  Pendidikan Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here