Komputer dan Teknologi Informasi Adalah Perwujudan Surah Alaq 4-5 di Era Modern

0
99
Ketua PWM DKI Jakarta H.M. Sun’an Miskan Lc. (Foto istimewa)

Oleh: HM Sun’an Miskan Lc (Ketua PWM DKI Jakarta)

Disampaikan pada Acara Wisuda Ke-14 Tahun 2021 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Muhammadiyah Jakarta pada 6 Maret 2021

KLIKMU.CO

Pertama, mari kita bersyukur ke hadirat Allah SWT karena berkat izin dan pertolongan–Nya acara Wisuda Ke-14 tahun 2021 Program Sarjana (S1) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Muhammadiyah Jakarta ini dapat dilaksanakan dengan baik. Dalam suasana yang sangat hening dan meriah, di Hotel Desa Wisatas Taman Mini Indonesia (TMII), meski kita harus waspada menghadapi pandemi Covid–19 dan mematuhi protokol kesehatan. Semoga Allah SWT memberkahi acara ini. Amin.

Selanjutnya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta turut mangayu bahagia dan mengucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan/wati, kepada walinya, dan kepada STMIK Muhammadiyah yang telah mampu menyerahkan kembali mahasiswanya ke wali mahasiswa setelah dididik dan dicerdaskan sehingga menyandang gelar sarjana.

Sebagai aset bangsa Muhammadiyah dengan amal usahanya lewat pendidikan di antaranya STMIK Muhammadiyah Jakarta ini , sudah dilakukan sejak sebelum kemerdekaan RI. Hal itu didorong oleh cara ia memahamkan agama Islam bahwa agama Islam itu adalah pencerah, pembebas, dan pemberdaya umat dan bangsa. Pribadi, masyarakat, dan bangsa akan tercerahkan rohaninya, emosinya, intelektualnya kalau ia mendapatkan pemahaman Islam yang benar. Yaitu Islam berkemajuan.

Maka dapat kita pahami bahwa wujud kalam (pena) dalam Q,S ‘Alaq 4–5: Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Di era kekinian kita ini adalah komputer dengan perangkat keras (hardware) dan lunaknya (software) dan TI (teknologi informasi) yang terkoneksi dengan internet memunculkan fenomena big data. Yaitu data dengan jumlah yang sangat besar (milyaran, trilyunan) dengan kecepatan perubahan yang tinggi. Fenomena big data ini terjadi sejalan pula dengan tersedianya perangkat keras seperti handphone (HP) yang pemakaiannya sangat masif, karena mudah digunakan dan harganya reltif terjangkau serta tersedianya jaringan internet.

Pengetahuan teknologi informasi (TI) ini adalah bak pisau bermata dua, dapat digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat atau sebaliknya. Ia harus digunakan dengan fondasi, pemikiran bayani (Al Quran dan Sunnah Al maqbulah), burhani(akal cerdas anugrah-Nya yang menghasilkan iptek) dan irfani (akhlak mulia yang induknya ialah rasa keadilan untuk kemaslahatan orang banyak). Agar berkembang, mendatangkan rahmat, barokah, dan amal saleh. Itu harus dimulai pada usia sedini mungkin dengan pelatihan yang panjang untuk mengetahui manfaatnya.

Pendidikan tersebut di atas adalah pendidikan yang materi pelajarannya berbentuk ilmu yang holistik integrative, yaitu keterpaduan antara imtaq (iman dan taqwa) dengan imtek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Itu semua harus bersumber dari ajaran tauhid yang murni, ibadah mahdlah yang fungsional dan muamalah duniawiyah yang menzamani. Inilah bentuk pemahaman tentang serasinya hubungan antara hablum minallah (tali Allah) dan hablum minnan naas (tali manusia) dan juga alam semesta. Yang membuat kita terhormat, mulia, kapan dan di mana pun berada.

Firman-Nya QS Ali Imran 112: Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat–ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas

Paham agama yang demikian ini yang telah membawa kemajuan umat dan bangsa dinyatakan kembali dalam Muktamar Ke-45 Muhammadiyah di Malang jelang usia 1 abad berupa pernyataan pikiran Muhammadiyah jelang abad 21. Di dalamnya juga ada sebuah tekad baru untuk melakukan tajdid jilid kedua untuk mengatasi problem kemanusian, baik dalam sekala regional maupun internasional, sebagai akibat negatif dari paham materialisme dan akibat negatif kekuatan dahsyat teknologi informasi yang lepas kendali, terutama kendali yang berupa paham agama yang menzamani di atas.

Sekali lagi kepada wisudawan, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan studinya. Ini adalah baru tahap awal dari usaha untuk meraih sukses di masa mendatang. Itulah sebabnya segera apa yang didapat di kampus ini diujicobakan di masyarakat, di lapangan pekerjaan. Dan sangat ideal kalau itu dilakukan dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan baru, menjadi wirausahawan yang mandiri.

Apa yang ditemukan di masyarakat dan di lapangan pekerjaan itu nanti segera diilmiyahi, ditambahi dengan seperangkat teori iptek baru. Caranya dengan mengikuti jenjang kuliah yang lebih tinggi lagi, me–reseachnya seteliti mungkin untuk selanjutnya diwujudkan dalam sebuah karya ilmiah untuk mendapatkan gelar yang lebih tinggi lagi, yaitu S2.

Kepada wali mahasiswa kami turut mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada lembaga pendidikan Muhammadiyah dengan menyerahkan putra-putrinya di STMIK Muhammadiyah. Semoga menjadi anak yang maju, berbakti kepada orang tua, umat, dan bangsa. Sangat berterima kasih kalau putra–putrinya didorong untuk terus cinta almamaternya dan menyisihkan waktunya untuk bersama-sama memperjuangkan Islam lewat wadah organisasi Muhammadiyah.

Kepada segenap civitas akademika STMIK , khususnya para pimpinannya, kami meminta untuk diteruskan hubungan baik dengan pemerintah c/q Departemen Pendidikan RI dan menjaga kepercayaan itu sebaik–baiknya. Juga jangan lupa untuk meningkatkan SDM nya di tengah persaingan yang sangat ketat dalam meraih perguruan tinggi yang dapat kepercayaan dari pemerintah dan masyrakat di Ibu Kota RI ini dan mencukupi dosen sesuai dengan rasio jumlah mahasiswa yang ada.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here