Komunitas Kader TB Aisyiyah Kota Surabaya Inovasi Tiada Henti

0
1177
Kreatif: Para kader tb Aisyiyah Surabaya yang selalu bersemangat dan penuh inovatif.(Foto: kholiq)

KLIKMU.CO – Pada triwulan pertama tahun 2018, telah di temukan 1500 pasien tubercolosis (TB) di Surabaya. Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya turut ambil bagian dalam penanganan pasien TB.

“Melalui komunitas TB-HIV Care di harapkan mampu mewujudkan Surabaya sebagai kota Zero TB,” kata Hj. Alifa Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Surabaya.

Dia menambahkan, dalam kegiatan tersebut juga diselenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bertempat di gedung pertemuan PDM Kota Surabaya, Jum’at (25/5).

Dia menilai, monitoring dan Evaluasi tersebut diselenggarakan agar mengetahui perkembangan dan hambatan kader dalam pendampingan pasien TB dan pencarian Suspek.

Monitoring dan Evaluasi tersebut di hadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya, selain itu hadir juga Hj. Alifa Ketua PDA Surabaya, perwakilan RS PKU Muhammadiyah, serta puluhan kader TB-HIV Care. PDA Kota Surabaya begitu mengapresiasi perjuangan kader TB-HIV Care.

“Pergerakan para kader TB-HIV care begitu hebat. Kita harus tetap semangat dan kerja keras sehingga mampu mewujudkan Surabaya sebagai kota Zero TB,” ujar Hj. Alifa

Pada tahun ini program TB-HIV Care memiliki berbagai inovasi, diantaranya ialah investigasi kontak menyeluruh ketika di temukan pasien positif.

Selain itu, upaya pencegahan juga di lakukan dengan melakukan edukasi kepada keluarga pasien dan tetangga sekitarnya.

“Hal tersebut kita lakukan sebagai upaya pencegahan serta bertujuan untuk mengedukasi masyarakat,” ujar Siti Maslamah selaku Koordinator SSR kota Surabaya.

Dalam acara Monitoring dan Evaluasi (Monev) tersebut, Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang di hadiri dr. Mira dan dr. Dani menginstruksikan kepada kader TB-HIV Care apabila melakukan pendampingan harus mengambil pasien dari rumah sakit.

Hal ini di karenakan pasien di Puskesmas telah di dampingi oleh Satgas TB.

Pada tahun sebelumnya program TB-HIV Care bernama Round New Implementation Model (R-NIM). Namun, pada 2018 di ganti menjadi Round New Implementation Period (R-NIP). Monev tersebut, di ikuti dengan penuh antusias para kader dan di akhiri dengan Tausiah serta doa yang di bawakan Andy Hariadi. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here