Komunitas Padang Makhsyar 220#: Khilafah Versi Partai Pembebasan Indonesia Atau HTI

0
96
Foto viral Topi bertuliskan kalimat tauhid diambil dari whatssapps

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Mirip tapi terbalik dengan Golkar pada masa orba yang tak mau disebut partai meski ikut pemilu dan berkuasa. Hizb Tahrir juga tak mau disebut partai meski Hizb bermakna partai … Partai Tahrir juga mencoba menyusupkan makna kampanye politik menjadi dakwah khilafah, saya menyebutnya Taqqiyah. Membungkus nya dalam definisi dan kata-kata.

*^^^*
Hizb ut-Tahrir adalah partai politik. Hizb : Partai. Tahrir: Pembebasan jadi HTI adalah Partai Pembebasan Indonesia, meski kemudian Hizb diluaskan dengan berbagai makna dan ta’rif. Bermula dari semangat pan-Islamis, yang menganggap “ideologinya sebagai ideologi Islam”, yang tujuannya membentuk “Khilafah Islam” atau negara Islam. Kekhalifahan baru akan menyatukan komunitas Muslim dalam negara Islam kesatuan dari negara-negara mayoritas Muslim se dunia.

Salah satu tujuan Partai Tahrir adalah akan menghapus semua negara yang berpenduduk mayoritas Islam. Dan bersatu dalam khilafah Pan Islamisme. Gagasan inilah yang kemudian dilawan dan dilarang oleh mayoritas negara berpenduduk Islam di dunia.

Meskipun menabalkan sebagai partai politik, Partai Tahrir (Pembebasan) Indonesia (HTI) tak mau ikut pemilu, tujuan partai nya (khilafah) hendak dicapai dengan cara dakwah, yang dikemas dengan cara inviltrasi ideologis. Karena itu juga disebut organisasi tanpa bentuk atau OTB.

*^^*
Khilafah Islam yang digagas Partai Tahrir(Pembebasan) berbeda dengan Khilafah Nubuwah yang dijanjikan melalui wahyu sebagaimana sabda Nabi saw. Khilafah yang dimaksud oleh Partai Tahrir adalah bentuk negara seperti halnya Republik, Kerajaan, Monarchy atau apapun bentuk negara lainnya yang semisal.

Ulama berikhtilaf tentang bentuk negara, sebagian besar ulama berpendajat bahwa Islam tidak mengharuskan bentuk negara tertentu. Menurut Ismail Yuswanto juru bicara Partai Tahrir Indonesia, (HTI), Khilafah yang digagas adalah sistem pemerintahan yang wilayah kekuasaannya tidak terbatas pada satu negara, melainkan banyak negara di dunia, yang berada di bawah satu kepemimpinan dengan dasar hukumnya adalah syariat Islam.

*^^*
Sedangkan mekanisme pengangkatannya dilakukan dengan cara bai’at yang merupakan perjanjian setia antara Khalifah dengan ummat. Khalifah memimpin sebuah Khilafah, yaitu sebuah sistem kepemimpinan umat.

Mengutip Rancangan Undang Undang Dasar Daulah Khilafah milik Hizbut Tahrir, Abu Bakar Muhamad bin Ismail dalam bukunya Mengenal Lebih Dekat Hizbut Tahrir [Indonesia] menyebut khalifah mewakili umat dalam kekuasaan dan pelaksanaan syariat.

Khalifah bertanggungjawab, salah satunya terhadap politik dalam dan luar negeri, serta urusan militer. Khalifah diangkat oleh umat tetapi umat tak berhak memberhentikan khalifah. Jabatan khalifah tak dibatasi waktu.

*^^*
Sampai tahap ini menyisakan banyak soal, bagaimana membaiat, apakah dilakukan secara langsung atau perwakilan lewat syura, siapa saja anggota syura itu, bagaimana cara memilih anggota syura, apakah baiat boleh diwakilkan, atau langsung dilakukan oleh 197 juta penduduk Indonesia bagaimana dengan yang tidak muslim ? Apakah ikut baiat atau tidak.

Lantas bagainana cara membubarkan 40 negara Islam di dunia menjadi satu khilafah dibawah (Hizb) Partai Tahrir. Maukah negara-negara Islam dibubarkan, lalu tunduk pada satu ke-khilafah -an yang dibentuk Partai Tahrir itu. Bagaimana sistem nya, bagaimana mengelola perbedaan mazhab-mazhab yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan dalam berbagai disiplin dan aliran. Dan masih banyak lagi soal lainnya .. berbagai soal terus mengemuka, layaknya ide tak ada salah untuk dijuangkan dan di dakwah kan.

Khusus Partai Pembebasan Indoenesia atau HTI ada baiknya mendaftar menjadi partai yang legal sebagai bagian dari hak warga negara yang dilindungi itu lebih baik dan fair dari pada tetap menjadi polemik daripada politik taqiyah. Agar juga segera tahu seberapa banyak HTI dipilih rakyat. Selamat berdakwah-berkampanye khilafah … .. Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here