Komunitas Padhang Makhsyar #109: Isu Cincin Khalifah

0
107
Ilustrasi diambil dari kompasiana.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Riuh suara pembrontak memaksa masuk. Rumah Sayidina Ustman bin Affan ra sang khalifah di dobrak. Sumpah dan serapah berbaur teriak dan amuk.

Khalifah di in-terograsi untuk perbuatan yang tak pernah ia lakukan. Cincin stempel dan perintah membunuh. Semua tak terbukti. Para pembrontak makin kalap.

Ali bin Abi Thalib gagal menjadi
mediator. Amuk kian memuncak. Gaduh dimana-mana. Khilafah hilang legitimasi.

Dua tusukan belati dari arah telinga menembus kening bekas sujud. Sayyidina Utsman roboh. Darah mengucur. Deras mengalir. ‘Aku adukan engkau pada ayahmu’ .. katanya pendek. Sambil memelas. Nyawanya melayang ditangan ponakan yang ketika kecil kerap duduk di pangkuannya: Muhammad bin Abu Bakar putra karibnya: Abu Bakar as Siddiq.

Siapa tebar isu. Pada kerumunan tanpa pengetahuan. Untuk apa.

Isu dan prasangka meluluh-lantakkan persaudaraan juga persahabatan … khalifah itu mati ditangan putra kerabatnya sendiri.

Kisah selesai tanpa ending.

 

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here