Komunitas Padhang Makhsyar #113: Muhammadiyah Par-Excellent

0
145
Birokratif: Suasana rapat salah satu pimpinan daerah muhammadiyah diambil dari dokumen pribadi denpeyi

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Arsitek pendiri Muhammadiyah Kyai Ahmad Dahlan rahimahullah mendisign Persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan pemikiran dan gerakan amal, bukan sebagai organisasi politik atau gerakan oposan melawan kompeni. MUHAMMADIYAH juga bukan gerakan massa yang melibatkan banyak orang tapi lebih menunjuk kepada organisasi kader.

Karena itu jangan pernah berharap ada puluhan ribu massa berdesak-sesak dalam suatu majelis atau halaqah. Rela berjam-jam duduk di terik matahari atau diguyur hujan hanya ingin mendengar tausiyah dari ulama junjungan berikut alunan shalawat mendayu merdu.

Mereka begitu patuh dan rela cium tangan meski berjejal menunggu antrean atau sekedar menyentuh gamis hanya untuk mendapat secuil berkah dari para gurunya. Mereka diajari taat pada guru dan tidak banyak tanya. Bukan apa, tapi dengan kerumunan yang berjumlah puluhan ribu maka banyak pertanyaan hanya akan membuat gaduh, maka mereka hanya diajari sedikit tapi barang jadi, sesuatu yang tinggal mengamalkan, maksudnya tidak perlu bertanya apakah ini sahih atau dhaif. Sesuatu yang hanya akan menambah soal di tengah kerumunan yang banyak.

*^^*
Persyarikatan Muhammadiyah tidak punya mesin politik sebagai penggerak. Semacam perkumpulan massa yang merakyat, seperti: tahlilan, yasinan, manakib-an di tingkat RT hinggga majelis Maulid berskala nasional dengan jamaah puluhan ribu. Yang mereka lakukan bukan hanya pyur ibadah sehingga bisa di standardrisasi sunah apa bid’ah sebab mereka hanya melakukan mobilisasi massa untuk tujuan yang mereka tetapkan.

Mc Leland mensyaratkan tiga ciri modernitas: pertumbuhan ekonomi yang tinggi, ekspansi budaya dan mobilisasi sosial. (Growth economic oriented, culture ekspansion, social mobilization) Agaknya tiga persyaratan ini sedang mereka penuhi meski dengan susah payah. Lewat gerakan-gerakan itulah mereka membangun kekuatan dengan cara mobilisasi massa untuk membangun kekuatan ekonomi dan politik sekaligus.

NU memang di disighn untuk itu. Berbeda dengan Persyarikatan kita. Yang sejak awal bercirikan sebagai gerakan pemikiran baik pembaharuan atau purifikasi. Memilih sebagai gerakan pemikiran dan amal maka jumlahnya pasti sedikit, eksklusif dan elitis, meski dalam beberapa kasus ada yang mencoba populis tapi seberapa signifikan. Dua wajah inilah yang digagas Kyai Dahlan. Meski pada akhirnya kita sedikit melupakan karena lebih konsen pada gerakan amal. Muhammadiyah menjelma sebagai birokrasi yang maaf : agak rumit. Karena sibuk ngurusi amal usaha.

*^^*
Agaknya kecemasan Kyai Dahlan perlahan mulai terbukti karena kemudian kita hanya sibuk ngurusi organisasi melupakan gerakan pemikiran. Bahkan malah ada yang mencoba ber-eksperimen memasuki ke dunia politik praktis padahal kita tidak di disignh untuk itu. Kita adalah kendaraan darat bukan untuk dipakai di laut, kita juga bukan kendaraan amphibi apalagi dipakai untuk terbang.

MUHAMADIYAH par excelent memberi ruang bebas bagaimana menentukan sikap keberagamaan yang murni sesuai sunah sahihah tapi juga modern. Dalam semua aspek, termasuk dalam ke-politik -an tidak hanya menetapkan pilihan tapi juga bagaimana bersikap kepdada lawan yang bakal ditumbangkan dengan santun dan berkeadaban. Menjaga kedekatan yang sama dengan semua Paslon dan Partai politik -adalah keniscayaan sebagai wujud gerakan filantropi. Sebab semua adalah lahan dakwah yang harus di dekati bukan musuh yang harus dijauhi.

Itulah perlunya kita kembali memahami substansi Pergerakan Persyarikatan kita dengan utuh dan jernih, sebagai gerakan pemikiran dan gerakan amal. Persyarikatan kita tak punya perangkat semacam mesin politik yang bisa bergerak memobilisasi massa yang bisa diarahkan sesuai kemauan Pimpinan .. .. dengan begitu kita terhindar kecewa karena mendapat biting sedikit atau kalah dalam pertaruhan politik sebab memang itu bukan dunia kita …. .. 🙏🙏🙏

 

*Penggagum Muhammadiyah dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here