Komunitas Padhang Makhsyar #114: Hukum Menagih Janji Politik

0
325
Foto kampanye tebar janji diambil dari lpm hayamwuruk

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Politik identik dengan janji. Bisa kontan bisa tahun berjalan. Bisa jasa, materi atau apapun yang dibutuhkan para konstituen. Syaratnya satu: dipilih dan jadi. Sampai disini mengemuka beberapa soal.

Pertama siapa yang berhak menagih. Apakah mereka yang kemarin tidak ikut memilih berhak menagih janji politik. Atau semua rakyat, baik yang memilih atau tidak memilih yang penting mendengar janji maka berhak menagih.

Kedua. Hanya yang memilih dan yang dipilih jadi, maka dia berhak menagih. Lantas lahir persoalan. Dengan apa bisa dibuktikan bahwa kita kemarin telah memilihnya. Apakah ada bukti tertulis atau dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan bahwa kita telah memilih lantas berhak menagih janji politik.

Ketiga. Janji macam apa yang bisa ditagih. Apakah janji yang bersifat normatif bisa ditagih semisal, janji hidup sejahtera, keadilan, kedaulatan, keamanan, keberpihakan pada rakyat, pemerataan, kenyamanan dan kebahagiaan. Atau janji yang bersifat kuantitatif. Semisal lapangan pekerjaan, sembako murah, lingkungan, transparansi anggaran, bebas KKN, Good and Clean Gouverment.

*^^^*
Sebut saja sembako atau BBM murah. Harga berapa bisa disebut murah. Apakah pertamax seliter 100 perak itu yang disebut murah. Beras sekilo 1000 perak itu yang disebut murah. Lantas kapan disebut mahal.

Saya bukan ekonom, saya hanya melihat mall dipenuhi para pengunjung, puluhan juta orang masih juga membakar gas dua hingga tiga tabung untuk menanak lontong, ketupat dan lepet berikut sayur dan opor ayam, jutaan ekor ayam disembelih, ratusan ribu sapi dan kambing di potong jutaan kilo beras ditanak setiap hari, pasar pagi berjejal jejal, penuh dengan orang belanja, jalan-jalan semakin sesak dengan mobil, bahkan ribuan kilo jalan tol dibangun hanya untuk memenuhi keinginan para pengguna jalan.

Lantas untuk apa kita ribut pada janji politik pada Paslon yang bukan kita dukung, apa hak kita dan apa urgensinya, bukan nya tidak penting tapi kita sama sama melakukan perbuatan tak elok berjanji buat program yang tak mungkin dilakukan atau lebay menagih janji. Biasa sajalah .. rasional sedikit kenapa sihhhh … 😄😄😄😄

 

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kita Batu dan Pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here