Komunitas Padhang Makhsyar #117: Tuan Guru Bajang: Jokowi Salam 2 Periode

0
231
Foto Presiden Jokowi bersama Tuan Guru Bajang diambil dari sosial issues-blogger

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Koalisi antar partai dalam Pilkada ini memperlihatkan mengibarkan bendera agama dalam mencari pemilih atau dukungan adalah kemunafikan. Di Sulsel dan daerah lainnya, Hizbullah dan Hizbus Syaithan juga berkoalisi untuk memenangi pilgub dan pilbub. Lantas kita mau apa .. ..

*^^*
Tuan Guru Bajang siapa tak suka. Muda cerdas dan hafal Quran. Entah berapa sanjung dan puji dialamatkan padanya termasuk di gadang gadang menjadi salah satu kandidat capres dari koalisi Islam.

Ditengah kebuntuan alternatif capres selain Prabowo Subiyanto, Gatot Nurmantyo, Anis Baswedan, TGB menjadi alternatif menarik. Keberhasilannya saat menjadi kepala daerah menjadi pertimbangan disamping karena hapal Quran dan selalu pakai atribut Islam Tuan Guru menjadi salah satu yang dipuja. Sebelum ia menyatakan dukungan nya kepada Jokowi untuk periode dua. Sebuah pilihan politik realistis ditengah buntu.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean tempat Tuan Guru berkhidmad mengatakan, dukungan TGH Zainul Majdi Tuanku Guru Bajang (TGB) terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin Indonesia selama dua periode adalah hal biasa. Kendati demikian, ia memastikan, dukungan tersebut merupakan sikap pribadi TGB dan bukan keputusan resmi dari Partai Demokrat, tempat TGB bernaung.

*^^*
Sementara itu Juru Bicara Presidium Alumni 212 Novel Bamukmin menyatakan, pihaknya mencoret nama Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang dari daftar calon presiden yang akan diusung oleh PA 212.

Alasan pencoretan dia lantaran TGB secara terang-terangan mendukung Joko Widodo menjadi Presiden dua periode:”Bisa kami pastikan akan dicoret, walaupun keputusan resmi ada di ijtima ulama. Kalau pasti benar-benar pernyataan TGB, harga mati pasti kami coret,” ujar Novel

Novel menjelaskan, alasan PA 212 mencoret nama TGB lantaran dia sudah mendukung penista agama.
“Karena mendukung penista agama dan partai penista¬†agama,” ucap dia.

*^^*
Politik memang menarik dan lebih menarik karena kekuasaan ada diantaranya yang menjadi bagian yang harus direbut, maka siapapun boleh melakukan apapun termasuk bersikap Ir-rasional dan menggelikan. Meski sama sama berniat menegakkan syariat Islam tapi bisa saja keduanya saling menafikkan, PAI 212 dan TGB contohnya. Sama berniat tegakkan syariat tapi beda pilihan lantas keduanya berikhtilaf. Semoga tidak saling mengkafirkan.

Benar tulis Sartre :”Berbahagialah orang yang tak di dera ambisi berkuasa. Ambisi berkuasa sering membuat orang pintar tampak menggelikan”. Benar pula kata seorang sastrawan paling tua di negeri ini:”Anggap saja Seni itu seperti kekuasaan. Harus bisa berhenti di saat yang tepat dan indah”. Seputih apapun jubah .. selebat apapun janggut, sepanjang apapun tasbih .. setinggi apapun isbal dijinjing .. .. jika kekuasaan menjadi tujuan .. “.
Wallahu a’lam .. ..

 

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here