Komunitas Padhang Makhsyar #121: Bukan Arab Sekarang Tapi Masa Salaf

0
158
Foto klaim salafi diambil dari kabar tentang dunia islam

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Salaf semakna dengan terdahulu lawan dari khalaf atau yang terkemudian. Salaf adalah generasi para sahabat, tabiin dan tabiit-tabiin baik dari kalangan muhajirin atau anshar. Diskursus lain juga disebut muttaqadimin dan muta’akhirin. Salaf adalah masa terbaik karena dihuni umat Islam terbaik.

*^^*
Masa salaf adalah masa ideal yang kemudian menjadi model Islam yang di tuju. Masa Islam terbaik itu adalah masa Rasulullah saw. Disebut masa terbaik, karena dibawah bimbingan langsung Rasulullah saw: “Sebaik-baik zaman (umat) adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650) demikian Nabi saw berujar. Artinya tegas masa Nabi saw tak akan terlampaui oleh masa apapun karena ketiadaan Nabi saw akan menghilangkan kesempurnaan itu.

Allah taala berfirman:”Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100)

Nabi saw adalah orang Arab terbaik dari suku Quraisy terbaik, begitu dengan para sahabat besar dari golongan muhajirin dan anshar dan para pengikutnya yang langsung ditunjuk Allah sebagai orang-orang terbaik pada masa terbaik. Yang kemudian memudar setelah-nya hingga hari ini.

*^^*
Kondisi Arab sekarang jauh berbeda dengan kondisi Arab pada masa nabi, para sahabat dan generasi tabiin setelahnya. Bahkan di beberapa negara Arab malah menjadi contoh buruk, konflik perselisihan bahkan peperangan antar dan internal umat Islam terus meruak, karena perbedaan manhaj dan guru terus menjadi.

Islam di Arab sekarang tak layak menjadi model dan teladan, berbeda dengan kondisi Islam pada masa generasi salaf. Begitu kira-kira anggapan sebagian besar umat Islam masa sekarang. Karena itu kita bersepakat menjadikan Islam masa salaf sebagai model bukan Islam masa sekarang yang ada di Arab atau sekitarnya. Ini pokok pikiran yang harus jelas agar tak campur aduk mempersepsi dunia Arab kaitannya dengan Islam.

*^^*
Pan-Arabisme adalah gerakan untuk penyatuan bangsa-bangsa dan negara di dunia Arab, dari Samudra Atlantik sampai ke Laut Arab. Hal ini berhubung erat dengan budaya nasionalisme dari bangsa Arab yang menegaskan bahwa bangsa Arab merupakan satu kesatuan dalam sebuah bangsa. Pan-Arabisme beridiologi yang sering membawa budaya serta tradisi Arab dan cenderung sekuler dan sosialis, sangat menentang kolonialisme, serta menjaga budaya dan tradisi Arab dari dominasi politik Barattermasuk dalam keterlibatannya di dunia Arab. Pan-Arabisme adalah gerakan nasionalis. Demikian tulis Michael Scott Doran, Michael Doran, dalam Pan-Arabism Before Nasser: Egyptian Power Politics and the Palestine Question,

Pada tahun 1915 diproklamirkan perang terhadap kekaisaran Ottoman atas nama bangsa Arab yang kemudian disebut sebagai revolusi besar Arab atau al Tsaurah al-Arobiyah Al- Kubra– dalam bahasa Arab – yang dipimpin Syarif Hussain Ibn Ali dari Makkah. Sebelumnya, di Eropa, pemuda-pemuda Arab mendirikan sebuah forum yang sebut “ Young Arabic Society” atau “Arab Muda”, sebuah perkumpulan nasionalis Arab yang pada tahun 1913 menyelenggarakan Kongres Arab pertama di Paris. Seorang pemikir nasionalis Arab Michel Aflaq asal Syiria, pada tahun 1940 mendirikan partai Ba’ath bersama Salahuddin Bitar Sibly, kemudian pada 1956 bergabung dengan partai Sosialis yang didirikan Akran Hourani menjadi Partai Sosilis Ba’ath yang berazazkan nasionalisme Arab. Selang 2 tahun, seorang nasionalis mesir bernama Gamal Abdul Nasser menggagas persatuan Arab dengan mendirikan Republik Persatuan Arab (RPA) pada tanggal 1 Februari 1958 pasca perang Suez 1956 melawan Perancis dan Inggris, yang merupakan Federasi antara Mesir dan Syiria (Suriah). Semua pergerakan tersebut adalah sebagian kecil “efek” dari paham yang disebut Pan-Arabisme.

*^^*
Dengan segala kerendahan hati bukan Arabisme macam di atas yang kami kehendaki dan kami idealkan sebab itu sangat berbeda dengan ruh Islam kaffah yang diperjuangkan. Dan jangan terlalu risau jika para ulama di nusantara kemudian menggagas berbeda dengan Islam di Arab yang saat ini bukan Islam Arab pada masa terbaik (salaf). Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here