Komunitas Padhang Makhsyar #122: Aroma Demokrasi Transaksional Kian Mengental

0
96

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Yang kita dengar dari orang-orang yang ingin jadi Presiden dan wakil Presiden adalah sibuk bikin koalisi bahkan konon sudah ada bagi-bagi kabinet sebelum Pilpres dimulai. Bukan program sejahterakan rakyat apalagi keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Yang ada adalah keadilan bagi pengurus partai se koalisi.

Ini tragedi demokrasi dan rakyat kembali ditipu. Masa depan rakyat tetap bakal suram tak akan ada perubahan siginifikan. Politisi dari partai dan koalisi apapun tetap sama. Non sens … ! saya bilang .. meski ratusan ayat di jejer untuk yakinkan rakyat …

*^^*
Prilaku elite politik kita tak ada menunjukkan itikad baik. Yang ada di pikiran hanyalah bagaimana menumbangkan rezim berkuasa dengan cara apapun. Semua cara akan dilakukan yang penting tumbang. Teringat nasehat Niccolo Machiavelli dalam buku tipis berjudul le principe yang punya resonansi kuat pada pelaku politik di kerajaan-kerajaan kecil Italia waktu itu. Bahwa untuk mencapai tujuan semua cara halal atau boleh. Nasehat pendek tapi cukup kuat dan banyak pengikut nya. Bahkan kelompok yang mengatas namakan agama pun juga menggunakan cara yang sama dan ini naif, ibarat bersuci dengan air kencing.

Demokrasi transaksional telah menjadi semacam tradisi dan budaya politik elite. Mudahnya berteman dan berkawan karena diikat dengan kepentingan yang sama padahal satu sisi membawa nama ideologi bahkan agama di usung untuk meyakinkan rakyat bahwa partainya layak di coblos. Ini gaya tipu menipu yang culas saya menyebutnya bahkan rendahan karena justru menggunakan nama Tuhan dan agama untuk kepentingan politik sesaat.

Drama politik elite dan sebaran koalisi untuk mengusung capres dan cawapres tak layak di lihat publik bagi saya itu sebuah pembelajaran yang buruk. Tak ada sportifitas, kejujuran di ruang publik atau sedikit kesantunan dan keadaban, dan ini tragedi mengerikan bagi masa depan demokrasi Indonesia.

*^^*
Tapi saya optimis Tuhan berpihak kepada rakyat kecil di kampung-kampung, yang jauh dari busung suara partai atau deru ambisi kuasa para elite di Jakarta, pada doa anak-anak kecil di surau yang berdoa dengan suara lirih tapi tulus .. Allahu sungguh dekat dengan Mu aku berharap ada perbaikan dan jalan baik untuk negeri ini .. aamiin

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here