Komunitas Padhang Makhsyar #129: Ashin Wirathu “The Face Of Buddhist Teror”

0
88
Foto seorang laki-laki mengendong mayat bayi diambil dari hidayatullah.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Ashin Wirathu, Pemimpin spiritual Budha yang bertanggungjawab terhadap pembunuhan lebih dari 100 muslim Rohingyae. Tak hanya membunuh dia juga berfatwa bahwa muslim Rohingyae adalah ular dan anjing kurap yang harus dibinasakan.

Salah satu fatwanya yang lain adalah, mengharamkan pernikahan penganut Budha dengan muslim Rohingyae, jika terpaksa dilakukan maka balasannya adalah nyawa. Satu pernikahan satu nyawa hilang.

Saya tidak suka orang Rohingyae karena mereka Islam sebab Islam itu teroris, demikian salah satu pernyataannya yang dirilis majalah Time yang terbit di Amerika. Ashin Wirathu terus menyebar kebencian terhadap muslim Rohingyae, membakar semangat kelompok sektarian untuk melakukan kekerasan dan intimidasi mengusir muslim Rohingyae.

***
Pemimpin spiritual dari agama apapun bisa saja berubah menjadi monster. Menyebar benci dan mengintimidasi. Menginspirasi para pengikut atau jemaatnya melakukan kekerasan. Membunuh dan bertindak kejam atas nama agama.

Agama bisa membuat penganutnya beringas. Seorang bertanya kepada Gandhi: “Bila hanya ada satu Tuhan tidaklah seharusnya hanya ada satu agama”. Gandhi menurut penuturan Louis Fischer menjawab: “Sebatang pohon punya sejuta daun. Ada banyak agama sebagaimana ada banyak pria dan wanita, tapi semua berakar pada satu Tuhan”.

Jawaban Gandhi tak sepenuhnya benar. Tapi siapa yang mengerti India, akan mengerti. Sebuah negeri dengan ribuan kepercayaan dan aliran yang tidak terdaftar. Mereka saling menghantui dan mengintai. Berebut pengikut dan pengakuan hingga akar rumput. Jawaban Gandhi hanya ingin menghibur agar pertengkaran antar agama tak semakin runcing.

***
Pada akhirnya agama adalah klaim sebuah kebenaran. Keabsahan dan legalitas. Semuanya berebut benar. Saling menghakimi dan menyalahkan yang tidak sepandangan.

Ashin Wirathu salah satunya, penganut kebenaran mutlak. Hanya Budha yang benar yang lain salah dan harus dibinasakan. Bagi Ashin Wirathu penganut Islam adalah ular atau anjing kurap pengganggu. Tak boleh ada dan hidup di rohingyae. Ashin Wirathu adalah contoh buruk ulama berwajah monster. Baginya membunuh adalah bagian dari ibadah atau ritual yang dibenarkan.

Sedapatnya kita berpikir bahwa tidak setiap Budha menganiaya Islam sebagai mana tidak setiap Islam menjadi teroris. Tuhan sedang mengingatkan kita dengan mengirim Ashin Wirathu agar agamawan tak gampang berpikir benar sendiri.

 

 

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here