Komunitas Padhang Makhsyar #129: Freeport Kembali: Oposan Kehilangan Kata

0
131
Foto penambangan freeport diambil dari economy.okezone.com

KLIKMU.CO

Oleh:Kyai Nurbani Yusuf*

Sebaik apapun yang dilakukan Jokowi saya tidak akan memilih. Semua capres yang saya pilih selalu kalah: Amien kalah, Megawati kalah. Prabowo kalah. Terakhir Gus Ipul juga kalah. Politik memang aneh tak bisa di ukur logika apalagi pertimbangan-pertimbangan rasionalitas. Bahkan saya kerap tak punya pilihan sejak berangkat dari rumah.

Freeport tambang emas terbesar. Dunia mengakui. Dan semua kita berharap bakal kembali ke pangkuan pertiwi. Dan Jokowi berhasil melakukan dengan cepat. Ini masalah besar bagi oposan, sebab akan menjadi modal politik di tahun pilitik menghadapi Pilpres 2019 bagi petahana dan kabar buruk bagi oposan.

Sejak 52 tahun silam free port memang menarik. Ada kabar tentang ribuan ton emas dikeruk dengan keuntungan puluhan bahkan ratusan triliun diembat negara negara besar. Semua parpol menyoal, Pemerintah seperti tidak berdaya, berbagai alasan dibuat untuk menutup ketidak-berdaya-annya.

*^^*
Pada akhirnya free port bukan hanya soal tambang emas atau dolar yang dikeruk negara negara besar tapi lebih pada soal politik. Sebagai investasi yang bakal dipanen pada Pilpres mendatang. Bukan soal nasioanalisme atau kebanggaan bersama sebagai bangsa tapi lebih pada siapa yang lakukan.

Bagi oposan, Pemerintah tak boleh benar, prestasi Pemerintah adalah kabar buruk. Free Port kembali itu masalahnya, kenapa harus tahun ini dan tidak tahun berikutnya atau setelah Pilpres saja .. maka dicari berbagai rasional untuk pembenar.

Tidak tahu seberapa signifikan kembalinya freeport ke pangkuan pertiwi dengan kemakmuran dan kesejahteraan khususnya terhadap saudara kita di Papua. Tapi ini soal nasionalisme dan kebanggaan layaknya sebuah bangsa freeport adalah identitas nasional. Maka ia harus di raih kembali dengan cara apapun tak penting siapa rezim nya . Dan Jokowi telah melakukan itu.

*^^*
Media Singapura The Straits Times menyebut penandatangan saham Freeport yang dilakukan Indonesia sebagai ‘kesepakatan monumental’ (landmark deal).

Media Nikken Asia Review dari Jepang turut membahas tekad yang dimiliki Presiden Jokowi dalam urusan Freeport.
“Widodo telah bertekad untuk membawa apa yang dipandang sebagai sumber daya nasional strategis menuju kendali negara selama beberapa dekade ada di tangan penambang AS.”

Wall Street Journal menyoroti kebangkitan nasionalisme sumber daya (resource nationalism) yang terjadi di Indonesia.
“Perjanjian ini terjadi setelah adanya Undang-undang baru untuk penambang di Indonesia sejak 2009 sebagaimana nasionalisme sumber daya makin intensif dan Jakarta (Pemerintahan Indonesia) berusaha mengisi tabungannya dan membangun BUMN yang bersaing secara global,” jelas Wall Street Journal.

Apapun pendapat : ‘Terimakasih Mr President … Barakallah semoga keberkahan dan kesejahteraan untuk anak cucu .. ‘.

*Pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here