Komunitas Padhang Makhsyar #139: Azab Berupa Pemimpin yang Zalim

0
115

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Dan demikianlah. .. Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim¬†itu sebagai penguasa bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan” Al an’am 129.

*^^*
Pemimpin adalah cermin. Masyarakat sakit akan pilih pemimpin sakit. Pemimpin korup lahir dari masyarakat culas. Pemimpin baik lahir dari masyarakat baik. Pemimpin adil lahir dari masyarakat yang tidak mengurangi takaran timbangan. Dan seterusnya. Masyarakat adalah cermin. Itulah yang dimaksud suara rakyat adalah suara Tuhan.

Rakyat yang terus menuntut pada pemimpinnya dan tidak pernah puas dengan apa yang sudah dilakukan pemimpinnya juga bagian dari azab. Maka akan melahirkan pemimpin yang menghalalkan semua cara untuk memuaskan tagihan rakyatnya yang bagai rente itu. Dia akan mengambil bagian dari yang bukan bagiannya demi memuaskan pendukungnya karena takut kehilangan legitimasi dan tidak dipilih tahun berikuthya.

*^*
Rasulullah saw bersabda disebabkan suka mengurangi takaran dan timbangan maka suatu kaum akan disiksa dengan kezhaliman penguasa, kehidupan yang menyusahkan dan paceklik. Masyarakat khawarij juga lahir dari masyarakat yang merasa benar sendiri. Menggunakan ayat-ayat yang seharusnya untuk orang kafer digunakan kepada sesama muslim. Lantas lahirlah sikap saling mengkaferkan meski sama-sama shalat dan bayar zakat.

Untuk membunuh Sayidina Ali bin Abi Thalib dicarikan penghalalan puluhan ayat dan hadits, lantas terbentuklah opini bahwa Sayidina Ali ra telah murtad. Abdurrahman Ibnu Muljam Al Maqri sang algojo itu menikam Sayidina Ali ra dari shaf paling depan pada pagi subuh. Ibnu Muljam membaca surah al Baqarah 204 kemudian menikam dengan belati yang disembunyikan dibalik gamis putihnya.

Sebelumnya Sayidina Ali juga kerap di protes oleh sekumpulan khawarij: “Wahai Ali kenapa pemerintahan-mu tidak sebaik masa Abu Bakar dan Umar ? Sayidina Ali menjawab: Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar yang dipimpin adalah para sahabat terbaik. Amanah dan faham. Termasuk aku. Sedang masa pemerintahanku, yang aku pimpin adalah orang-orang seperti kamu. Yang tidak mau mendengar selain pemimpinmu sendiri dan menggunakan ayat Al Quran untuk menghakimi kepada sesama saudaramu yang berbeda”.

*^*
Ibnu Jauzi rahimakullah berkata renungkkanlah hikmah Allah taala , pemimpin adalah cermin dari rakyatnya. Pemimpin adalah sama dengan amalan rakyatnya. bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zhalim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zhalim.

Seorang pemimpin, wali kota, gubernur hingga Presiden yang terus ditagih melakukan sesuatu di luar kemampuannya hanya untuk memenuhi kepentingan kelompok pendukung-nya maka dia akan melakukan sesuatu kezaliman dengan cara melanggar atau mengambil sesuatu yang bukan menjadi bagiannya.

Sekelompok yang terus menuntut pemimpinnya untuk melakukan ini-itu kemudian berbalik marah dan mencela bila keinginan-nya tak kunjung penuh. Sekelompok yang tidak pernah bersyukur dengan pemimpin yang sudah dimiliki, terus mencela dan membuat fitnah maka akan di beri pemimpin yang lebih buruk dari yang ada.
Wallahu a’lam.

 

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here