Komunitas Padhang Makhsyar #139: Koalisi Keumatan Jokowi Tamat

0
143
Foto prabowo dan amien rais ketika di mekkah diambil dari republika

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Ribuan malaikat bersayap satu, bersayap tiga, lima, tujuh berkumpul ber shaf shaf hingga Arsy mengamini majelis dzikir dan doa Tuan Guru Bajang, Kyai Ma’ruf Amin, Prof Din, Ustadz Yusuf Mansur dan ribuan ulama lainnya yang tak kalah khusyu yang tergabung dalam koalisi merah putih. Ditempat lain ribuan malaikat yang setara juga sama mengamini ustadz Abdul Shomad, Habib Segaf Saleh Al Jufri, Habib Riziq, Prof Amien yang tergabung dalam koalisi keumatan serius membaca shalawat dan munajat. Inilah malam-malam paling sibuk bagi penghuni langit.

Ada ribuan malaikat mengamini dua doa dari koalisi yang berhimpun dengan permintaan yang sama. Awalnya para malaikat agak kikuk dengan istilah koalisi karena istilah yang biasa mereka dengar adalah majelis.

Kali ini doa diajukan oleh peserta koalisi permanen. Yang pertama dipimpin oleh Prabowo Subiyanto dan yang kedua dipimpin oleh Joko Widodo. Kebetulan keduanya muslim. Keduanya mendirikan Shalat, membayar zakat dan puasa pada bulan ramadhan. Keduanya juga punya hajat yang sama: ingin jadi Presiden.

*^^*
Penghuni langit sibuk mencatat dan riuh dengan sanjung dan puji semua berharap menang pada Pilpres tahun 2019 besuk. Kompetisi berebut orang nomor satu di negeri paling eksotik seperti yang disebut dalam surah waqi’ah, .. di negeri yang ditumbuhi pohon bidara yang tidak berduri. Pohon pisang dengan buah bersusun. Air deras tak berhenti mengalir dari tanah dan bebatuan. Buah-buahan yang sangat banyak yang tidak terlarang mengambilnya. Tanah nya subur tumbuh segala macam yang langsung bisa di makan karena tidak beracun. Masya Allah .. Allahu Akbar … inilah Indonesia potongan tanah surga itu.

Di negeri inilah orang-orang alim dan wara sedang punya hajat besar. Memilih pemimpin, orang nomor satu yang bakal dijadikan panutan membangun negeri. Yang diharap bisa membuat rakyatnya makmur sejahtera. Para ulamanya bisa bebas bertausiyah tanpa halangan.

Masjid-masjid dan muslaha sesak tak cukup menampung jamaah setelah sebelumnya sangat sepi. Al Quran menjadi panutan. Syariah ditegakkan. Sunah di lembagakan. Bid’ah khurafat dan takhayul di enyahkan. Bahan pokok diturunkan. Rupiah menguat terhadap dolar. Rakyat kecil menjadi rakyat besar. Rakyat besar semakin besar dan mengabdi.

*^^*
Tapi Siapa bisa prediksi kekuasaan. Hanya Allah penguasa langit dan bumi yang berwenang memberi dan mencabut kekuasaan kepada siapapun yang dikehendaki; “Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. [Ali ‘Imrân)
Wallahu a’lam

*Pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here