Komunitas Padhang Makhsyar #142: Dicari..! Presiden Republik Indonesia Bukan Presiden Umat Islam

0
96
Foto kotak misteri diambil dari Fiver

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbany Yusuf*

Semua calon Presiden harus bisa meyakinkan bahwa semua rakyat bakal aman. Sebab Presiden bukan ancaman bagi agama, ras atau suku tertentu. Dua pendukung capres sedang memelihara ketakutan yang sama. Para pendukung Jokowi mengidap penyakit Islam Phobia. Para pendukung Prabowo mengidap sakit paranoid akut.

*^^*
Kehadiran Pak Prabowo sebagai calon Presiden yang di rekomendasi lewat ijtima ulama 212, bukan ancaman terhadap etnis, agama, budaya atau ras tertentu atau bakal mengusir dari negeri ini karena suatu alasan tertentu. Orang Kresten bebas berdoa di gereja. Orang Hindhu bebas membaca mantra di Pure. Penganut Budha aman bermeditasi di vihara. Penganut Konghucu bebas membakar dhupa di kelentheng. Etnis China, Arab, India atau Afrika aman berusaha tidak di bedakan secara sosial maupun politik.

Pak Jokowi yang diusung koalisi merah putih juga punya kewajiban yang sama untuk meyakinkan kepada para ulama bahwa tidak akan pernah ada kriminalisasi ulama atau persekusi. Umat Islam tidak boleh di marjinalisasi apalagi di zalimi. Pak Jokowi harus bisa meyakinkan bahwa jutaan tenaga kerja dari China itu tidak benar. Bahwa idelogi komunis juga tidak benar adanya. Yakinkan bahwa tidak lagi ada kabar tentang pelarangan pengajian oleh sekelompok yang mengatas namakan cinta kebhinekaan padahal tiran.

Presiden adalah simbol perekat dan pemersatu dari negara dengan ribuan pulau. Ratusan etnis, bahasa dan puluhan keyakinan dan agama. Sebuah negeri yang memiliki keragaman yang amat sangat. Dibutuhkan seorang pemimpin yang diterima oleh semua kalangan dari berbagai lapis. Kita bukan memilih Presiden untuk agama atau suku tertentu tapi Presiden Republik Indonesia. Itu kuncinya maka siapapun Presiden yang bakal terpilih harus dihormati tanpa syarat.

*^^*
Paradigma yang lazim ditumbuhkan adalah siapapun yang bakal memenangi Pilpres maka dia adalah pemimpin bangsa Indonesia bukan pemimpin agama tertentu atau suku tertentu. Polarisasi dua capres yang mengerucut pada dua pasang calon : Prabowo dan Jokowi sungguh sangat memprihatinkan karena keduanya justru membawa semangat sektarian agama, ras dan suku. Ini sangat membahayakan bagi eksistensi bangsa Indonesia ke depan.

Siapapun pemenangnya bakal berat. Persoalan bangsa yang dihadapi juga tak semudah membalik tangan. Soal clean dan good gouvernent, utang luar negeri, isu lingkungan, dis-intergrasi bangsa, rupiah, korupsi, isu agama dan ras, sumber daya alam, pendidikan, lapangan pekerjaan dan tingginya pengangguran, hukum, kebijakan luar negeri dan isu politik internasional. Tak cukup selesai hanya dengan Pilpres sehari lalu susun kabinet semua beres.

Harapan besar ditaruh di pundak para capres. Mereka bukan Superman yang bisa mengurai semua soal dalam hitungan menit. Ini negara besar dengan soal menumpuk maka di butuhkan kesabaran strategi dan hitungan taktis. Lebih dari itu : jangan pernah lupakan Tuhan ., .. !

Kita semua hanya berikhtiar bukan penentu hasil. Termasuk bersiap kecewa bila Presiden yang kita pilih ternyata juga tak lebih baik dari sebelumnya. Wallahua a’lam

*Ketua Majelis Ulama indonesia Kota Batu dan pegiat komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here