Komunitas Padhang Makhsyar #146: Pertaruhan Habib Rizieq Sebagai Imam Besar

0
523
Foto habib Rizieq diambil dari bual.bualcom

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbany Yusuf*

Masa depan demokrasi di simpang jalan. Posisi Imam besar rawan mematikan demokrasi. Sandiaga Uno adalah kecerdasan Prabowo yang lain. Jujur saya akui Prabowo adalah Demokrat sekaligus patriot sejati. Prabowo tak ingin ijtima ulama berubah menjadi ‘tiran-baru’ yang mereduksi demokrasi menjadi kumpulan Diktatur Minoritas. Ijtima ulama bukan harga mati.

*^^*
Imam Besar Front Pembela Islam sekaligus Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Muhammad Rizieq Shibab menyatakan bakal ada Ijtima Ulama jilid II untuk menentukan dukungan pada capres-cawapres di Pilpres 2019. Karena pasangan yang di usung Prabowo ternyata tiada sepakat dengan ijtima ulama.

Imam Besar Habib Rizieq menyerukan agar anggota FPI, GNPF Ulama dan Persaudaraan Alumni 212 dan segenap organisasi sayapnya untuk tenang menyikapai kondisi politik saat ini. “Tetap istiqomah dalam satu komando ulama,” kata Rizieq dalam pesan harian.

Ia meminta semua agar memberikan kesempatan yang lapang kepada para habaib dan ulama untuk melakukan ijtihad politik melalui ijtima ulama II. Menurutnya, ijtima ulama II itu untuk menjaga kemaslahatan agama, bangsa dan negara.

“Selama proses ijtihad politik berjalan, diserukan kepada semua pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan atau melakukan perbuatan apapun yang merendahkan harkat dan martabat pihak manapun,” kata Rizieq.

Ia juga mengajak semua untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, akidah dan syariah untuk membawa Indonesia berkah. “Seribu kali kita jatuh dan gagal, maka seribu kali kita akan bangkit kembali menuju kesuksesan,” ujarnya.

.*^^*
Ijtima ulama jilid II adalah ikhtiar untuk menemukan jalan solusi ketika ijtima ulama jilid 1 tak di indah kan setidaknya tabayyun kalau tak boleh dibilang semacam ‘pertanggungjawaban’ Prabowo terhadap para ulama peserta ijtima jilid 1

Pertama, para ulama peserta ijtima jilid 1 ingin tetap merawat daya tawar pada pasangan baru yang bakal maju pada Pilpres mendatang. Hal ini wajar mengingat konstelasi politik berkembang dinamis di luar kendali ijtima ulama, agar para ulama tidak sekedar hanya sebagai tukang dorong mobil mogok yang ditinggalkan setelah kendaraan kencang berjalan.

Kedua, Lebih penting dari itu semua adalah ikhtiar untuk tetap mengukuhkan Habib Rizieq Syihab sebagai Imam Besar tak boleh luntur apalagi surut langkah. Apapun yang terjadi terhadap pasangan Prabowo-Sandi harus tetap dibawah restu dan kendali Imam besar. Masa depan demokrasi di simpang jalan. Dan saya berdoa semoga Pak Prabowo bisa dengan cerdik tetap berada di jalan tengah, meramu demokrasi yang santun dengan sikap kenegarawanan karena tekanan dari ulama ijtima khususnya Imam Besar juga tak kalah kencang …
Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here