Komunitas Padhang Makhsyar #148: Dari Bui Ahok Berdoa Kepada Musuhnya

0
682
Foto ahok ketika acara istighosah diambil dari aneka info unik

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Kesaksian Kyai Ma’ruf membuat karier Ahok patah dan pantas masuk bui. Ahok terbukti menistakan agama. Karier politik nya pun tamat. Pilgub kalah dan diberi hadiah bui dua tahun. Tak hanya karier tapi juga biduk rumah tangganya berantakan . Ahok habis tanpa sisa. Bahkan beberapa orang masih belum puas dengan hukuman yang Ahok terima mereka terus membully dan menuntut lebih. Sebab penista agama tak pantas diberi maaf meski bertobat .. kata para pembela agama.

*^^*
Ahok punya Tuhan yang di-imani juga kitab yang dibaca setiap pagi dan petang. Punya hati tempat bertanya untuk merentang kebajikan dan kearifan. Bui adalah cara Tuhan mengingatkan Ahok agar santun berkata dan membalas kejahatan dengan kebaikan.

“Lukas 6:27-28. Konteks: Kasihilah musuhmu. 6:27: Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu 1, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; b 6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu,” demikian ditulis Fifi, yang juga adik Ahok, dalam pesan singkat, Jumat, 10 Agustus 2018.

Ma’ruf Amin sebelumnya menjadi saksi ahli yang memberatkan dalam kasus penistaan agama Ahok. MUI, yang dipimpin Ma’ruf, juga mengeluarkan fatwa tentang ucapan Ahok mengenai Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu.

Kepada orang yang membuatnya hancur itu Ahok minta keberkahan, membalas keburukan yang menimpa dirinya dengan kebajikan. Mendoakan kebaikan dan ketulusan. Ahok hanya ingin menjadi hamba yang diakui Tuhannya sebagai mana ditulis dalam Injil yang di imani.

*^^*
Allah ta’ala berfirman: “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (balaslah) kejahatan itu dengan cara yang lebih baik (pembalasan yang lebih baik), sehingga orang yang ada rasa permusuhan diantara kamu dan dia, akan seperti teman yang setia. Dan sifat-sifat yang baik itu tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak pula dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar”. (Fushilat: 34-45)

Saya hanya ingin mengatakan bahwa Tuhan mengajarkan kelembutan. Pemaafan. Kasih sayang bahkan kepada orang yang mengutuk kita, melaknat kita dengan sumpah dan serapah. Maafkan dia. Kasihi dia. Mintalah berkah darinya. Doakan lah musuhmu jangan pernah lelah …
Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kotq Batu dan Pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here