Komunitas Padhang Makhsyar #156: FPI The Real Muslim: Imam Besar Loyalitas Tanpa Batas

0
228
Foto habib Rizieq diambil dari bual.bualcom

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Insya Allah Ijtima Ulama akan kembali digelar di Az-Zikra, Sentul, pada Minggu, 26 Agustus 2018. Forum ijtima ulama kedua ini akan menentukan lanjut atau tidak dukungan barisan ulama di bawah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) terhadap Prabowo Subianto.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) gerakan 212, Novel Chaidar Hasan Bamukmin menjelaskan, dari pembicaraan internal, meski belum resmi kemungkinan arah dukungan tetap ke Prabowo. Menurutnya, tak masalah walau Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presidennya.

*^^*
Ferdinand mengakui, Rizieq punya pengaruh yang besar dalam Pilpres 2019 meski tidak signifikan dalam menentukan kemenangan. Pimpinan FPI ini punya kekuatan massa yang riil dan besar, serta mampu menggerakan publik dan opini.

Menurut Ferdinand, wajar bila Rizieq menjadi sosok yang diperebutkan menjelang kontestasi Pilpres. “Karena namanya politik tentu berharap tokoh-tokoh yang punya basis massa riil itu bergabung dan mendukung,”

*^^*
Kelebihan Habib Rizieq adalah karena punya kekuatan massa real, loyal dan gampang digerakkan. Tak perlu punya puluhan universitas atau ratusan pesantren untuk menjadi kuat dan dihitung. Kekuatan mobilisasi massa inilah yang menjadi kekuatan sekaligus kelebihan Habib Rizieq Syihab.

Tak urung para pembesar agama dan politik semisal Amin Rais, Ma’ruf, Fahri dan Fadhli harus sowan ke tempat perkemahan sang Imam di Mekkah dengan berbagai dalih. Para ulama yang tergabung dalam pa 212 juga merepresentasi ulama di Indonesia tanpa kehadiran ulama lainnya. Adalah kecerdasan lain dalam membangun opini publik.

Ormas lain boleh punya puluhan universitas dengan ratusan ribu mahasiswa, atau ratusan pesantren dengan ratusan ribu santri, tapi apalah artinya jika tidak patuh dan loyal, bahkan malah berbalik mengkritik pada pimpinannya bila kebetulan tidak sesuai selera.

Disinilah kelebihan Habib Rizieq. Massa FPI sangat solid dan patuh. Meski sang Imam kerap di dera dengan berbagai isu: mulai dari chat mesum hingga makar tapi tak membuat para pengikutnya bergeser apalagi berpaling. Bandingkan dengan ormas lain yang mudah menghujat dan mengkritik pimpinannya bila kebetulan mengambil kebijakan berbeda.

*^^*
Rumus berbeda dengan sang Imam tak bakal ditemui. Mereka selalu bisa mencari alasan pembenar baik teologis maupun sosiologis, meski sang Imam sedang berhadapan dengan berbagai kasus. Inilah yang luput dari perhatian Daniel Bell ketika dia bilang bahwa idelogi agama telah mati. Dengan begitu martabat dan marwah sang Imam tetap terjaga. Imam tak bisa salah. Dan itu modal besar untuk bisa menguasai.

Mobilisasi sosial (social-mobilization) seperti yang dikatakan Mc Leland barangkali dapat dipinjam untuk menjelaskan bagaimana Habib Rizieq Syihab bisa melakukan banyak hal karena dukungan dan suport masa FPI yang tidak pernah goyah. FPI adalah The Real Muslim Indonesia … mereka inilah muslim yang sesungguhnya, .. yang lain hanya buih … 🙏🙏.

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here