Komunitas Padhang Makhsyar 160: Gempa Bumi Itu Nasehat dan Rahmat

0
119
Foto gempa di Lombok diambil dari Nasional Kompas

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Saat bumi berguncang Rasulullah saw letakkan tangan kanan nya ke tanah dan berkata: ‘Wahai bumi belum saatnya bagimu, belum saatnya bagimu .. kemudian beliau bersabda lagi: ‘Ma’siat apa yang sudah kalian lakukan … “.

Sayidina Umar ra saat bumi bergetar berkata: ‘Sungguh kita terlalu cepat dan sering bermaksiat kepada Allah sehingga Allah berikan gempa bumi ini kepada kita, sungguh bila terjadi gempa lagi aku sudah tidak bersama kalian”.

Umar bin Abdul Aziz saat terjadi gempa beliau berkirim surat kepada semua gubernur yang isi suratnya adalah: “Bertaubatlah kalian kepada Allah dan sedekahkan harta kalian di jalan Allah”.

Kaab bin Malik saat terjadi gempa berkata: ‘Tdaklah bumi berguncang, tidaklah bumi bergetar, kecuali karena hamba-hamba yang diatasnya banyak berbuat ma’shiyat kepada Allah. Sehingga bumi bergetar dan berguncang karena takut dan malu kepada Allah”.

Anas bin Malik pernah bertanya kepada Aisyah ra perihal gempa, “Wahai Aisyah bagaimana pendapatmu tentang gempa bumi? Aisyah menjawab: ‘Apabila tiga perkara sudah merajalela di mana-mana: pertama apabila minuman keras atau khamr merajalela, tua muda, kaya miskin, laki perempuan minum menjual dan membuat khamr tanpa malu, yang kedua apabila perzinahan dan pelacuran merajalela dimana-mana. Yang ketiga ketika musik dunia merajalela di mana-mana sehingga orang lupa baca Quran, lupa istighfar, lupa tasbih, lupa takbir dan lupa dzikir kepada Allah. Wahai bumi berguncanglah engkau apabila mereka bertaubat berhentilah bila tak juga bertaubat maka berguncang dan binasa kan mereka semua … “.

Kemudian Anas kembali bertanya, apakah itu azab dari Allah ? Ibunda Aisyah Ra menjawab: ‘Bagi orang mu’min yang beriman kepada Allah gempa adalah nasehat dan rahmat dari Allah taala. Sedangkan bagi orang kafir, orang munafiq dan yang suka berbuat dosa maka gempa adalah azab dan bala’ dari Allah. Saatnya kita Bertaubat … “.
Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here