Komunitas Padhang Makhsyar #165: Jokowi Curang

0
225
Foto Presiden Jokowi didampingi wakil presiden Yusuf Kalla ketika memberikan buku tabungan bonus Asian Games kepada para atlit pendulang medali diambil dari sport-tempo

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Hastag tahun 2019 ganti Presiden dilarang beberapa malah di bubarkan, mestinya Jokowi juga tak boleh hadir di Lombok apalagi pidato di sebuah tenda pengungsian di dampingi Tuan Guru Bajang gubernur Lombok. Ini pencitraan. Mestinya sebagai Kepala Negara ia hadir di GBK senayan dan menutup sendiri ASIAN Games. Bukannya blusukan dan memilih bersama-sama dengan para kurban gempa. Bermalam, ber-dingin dan belepotan debu.

*^^*
Sebab lawan politik tak boleh benar, maka apapun berhak saya salahkan termasuk kehadirannya di tenda pengungsian di Lombok. Saya menyebutnya: Pencitraan atau kurang kerjaan. Atau Jokowi sengaja melarikan diri ke Lombok karena takut pidato pakai bahasa Inggris.

Bahkan penutupan ASIAN Games pun dipakai untuk ajang kampanye dan pencitraan. Inilah energi Asia yang terus dirawat dan dipertahankan .. katanya pada sebuah tenda pengungsian di Lombok disamping sang gubernur Tuan Guru Bajang.

Pidatonya tak berubah, cempreng dengan intonasi yang tak begitu menarik. Presiden Joko Widodo menyapa para kontingen dan penonton upacara penutupan Asian Games 2018 dari tenda pengungsi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu malam.

Presiden Jokowi muncul dalam sebuah tayangan video yang ditampilkan di layar besar Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

“Saya mohon maaf karena tidak bisa hadir langsung saya berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat,” kata Presiden Jokowi, yang kemudian disambut tepuk tangan penonton.

Presiden Jokowi menyampaikan pesannya didampingi Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang, di tengah-tengah para pengungsi yang menjadi korban gempa.

“Saya merasakan semangat yang sama dengan Anda di GBK Jakarta, yakni semangat kebersamaan, semangat bangkit kembali. Dan Asian Games 2018 memang berakhir sampai di sini tetapi Energi of Asia tidak akan padam,” ujar Presiden Jokowi.

“Selamat dan terimakasih untuk para kontingen. Ini lah Energi of Asia yang sesungguhnya. Bersatu membawa kebaikan bagi dunia,” katanya.

Jokowi kemudian meminta para kontingen dan seluruh penonton untuk mendoakan para korban gempa Lombok, NTB.

“Kami meminta doa agar Lombok kembali pulih,” ujarnya.

Lalu Jokowi berkata lantang, “Siapa kita?”

“Indonesia!” teriak para pengungsi.

*^^*
Saya malah mengira tiket habis di jual untuk karyawan BUMN yang bakal disewa untuk teriak Hidup Jokowi .. tapi ternyata sangkaan murahan dan kurang kreatif alias lebay .. yang terjadi malah sebaliknya .. Puluhan bahkan ratusan juta pasang mata tidak saja di Indonesia termasuk semua negara Asia peserta ASIAN Games dipaksa melihat dan menonton pidato Jokowi, di sebuah tenda pengungsian di kawasan gempa, cara kampanye yang efektif dan efisien dengan durasi pendek tapi substansi pesan tersampaikan jelas.

Selebihnya saya tak akan berkomentar: takut salah dan keliru, kawatir dikira mendukung Jokowi, karena itu silakan ditafsir sendiri, bukankah kita semua telah menjadi pintar menafsir apapun sebagai komoditi politik … jadi ya sudah kita nikmati saja tontonan demokrasi ini … karena Jokowi memang eddiannn … kata pendukungnya”.
Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here