Komunitas Padhang Makhsyar #168: Berharap Jokowi Ambruk di Tubruk Dollar

0
166
Foto hujan dollar diambil mozaik inilah

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Cara apapun dilakukan untuk membendung, tapi tak mempan bahkan berbalik membuatnya semakin kuat dan populair. Itulah Jokowi. Berbagai survey Deklarasi ganti Presiden misalnya meski semakin populair tapi malah berbalik membuat elaktabilitas nya melesat. Sebab sebagian besar rakyat menganggap para deklarator ganti Presiden adalah kumpulan para politisi ambisius yang tak sabar menunggu.

Isu sara pun tak laku karena Jokowi malah menggandeng Kyai Ma’ruf Amin. Beberapa ulama yang mengaku dipersekusi malah dibilang cemen dan penakut. Isu PKI juga tak terbukti ampuh apalagi isu tentang jutaan tenaga kerja dari China malah berbalik menjadi berita positif dengan hadirnya Jack Ma manusia 507 t yang fenomenal itu.

Dimana-mana elaktabilitas Jokowi terus naik mengalahkan Prabowo-Sandi. Yang seperti kehilangan isu membendung arus deras dukungan terhadap petahana , yang malah asyik menikmati joget dayung pada pembukaan asian Games di GBK Senayan. Kemudian berbalik menutup ASIAN Games di tenda pengungsian kurban gempa di Lombok. Rehabilitasi yang dipimpinnya sendiri menuai banyak simpati masyarkat Lombok
kita boleh berkata apapun tapi itulah politik, cara cerdas memanfaatkan moment. Bukankah Presiden juga seorang aktor politik. Jadi apa salahnya jika aktifitas nya juga menjadi tontonan menarik agar politik tak beku dan kering spiritualitas.

*^^*
Kelemahan mendasar tim Prabowo Sandi karena hanya fokus pada kampanye buruk. Berita hoax, kritik rendahan dan terus menganggap apapun yang dilakukan petahana sebagai sebuah kesalahan dan itu paradoks dengan sikap rakyat sebagai pelaku dasar di tingkat grasrote, yang justru menganggap nya positif dan merakyat.

Sebagian besar masyarakat berpikir bahwa orang yang selalu berkata buruk pada orang lain adalah orang yang kurang baik, tidak percaya diri, kesepian atau setidaknya dia sedang tidak bahagia sehingga suka menyebar keburukan. Sementara yang dikatakan buruk terus bekerja meski belum maksimal tapi mending daripada yang hanya pandai mengkritik tapi belum melakukan apapun kecuali janji politik.

*^^*
Tim Prabowo-Sandi mestinya mulai merubah haluan, menunjukkan kelebihan dan menjadikan PADI sebagai pilihan alternatif serta rasionalitas kenapa memilih PADI barang kali lebih nyaman ketimbang hanya mengkritik dan sebar berita buruk yang justru berbalik. Sepeti memercik air di dulang terpercik muka sendiri.

Cara-cara oposan mestinya segera diubah, syukur ada kreasi baru yang lebih dewasa, santun, dan kreatif, sebab suguhan kampanye buruk terasa kian membosankan dan lama-lama semakin tidak dipercaya. Masyarakat bosan dengan gaya dan model kampanye buruk yang monoton sementara petahana malah kampanye dengan inovasi dan kreatifitas tingkat dewa semisal pembukaan dan penutupan ASIAN Games yang menghibur.

Sebab rakyat butuh sedikit tersenyum. Apalagi malah di takut-takuti dengan berbagai pernyataan yang mencemaskan semisal: Indoenesia bakal bubar atau terakhir: Indoenesia bakal melarat selama-nya. Ini pernyataan yang tidak menarik bagi rakyat. Dan tak
patut.

*^^*
Harapan terakhir tinggal pada terpuruknya rupiah terhadap dolar agar masa krisis 98 berulang. Dan Jokowi keok karena ditimbun dolar yang terus melambung. Semoga …. 🙏🙏🙏🌹🌹🌹Wallahu a’lam

 

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here