Komunitas Padhang Makhsyar #168: Muhammadiyah Kelas Bawah

0
152
Foto angkatan muda muhammadiyah Jajartunggal berpose bersama selepas shalat ied diambil dari dokumen pribadi denpeyi

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

MUHAMADIYAH kelas bawah adalah mereka yang tidak sempat menikmati pendidikan lanjut. Putra-putri jamaah Persyarikatan yang bekerja sebagai buruh, kuli panggul, sopir angkot, petugas cleaning service, marbot, loper majalah Matan dan suara Muhammadiyah, amil LAZISMU, tukang pungut sampah pada amal usaha Muhammadiyah, atau para sarjana yang menunggu jawaban lamaran pada aum yang mulai sesak.

Mereka adalah para jamaah yang tidak ‘katut hitungan’ sebagai Islam Berkemajuan, yang kerap dipersepsi sebagai kumpulan elite. Para cerdik cendekia, orang orang terdidik, berpikir cerdas dengan status sosial ekonomi mapan.

Menyandang sebagai organisasi modern maka yang terbayang adalah kumpulan para jamaah elite. Apalagi bila dikaitkan dengan berbagai amal usaha yang dikelola modern dan profesional maka lengkap sudah bahawa Muhammadiyah adalah Persyarikatan orang-orang menengah atas. Itulah persepsi sebagian besar baik internal maupun eksternal.

*^^*
Jokowi-Ma’ruf unggul di NU 59,0 persen, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya 36,5 persen. Sisanya rahasia, belum memutuskan, tidak tahu dan tidak jawab 4,5 persen,” kata Ardian di Kantor LSI, Jalan Pemuda Nomor 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu, 5 September 2018.

*^^*
Benarkah …. ? Sayangnya kita belum pernah ada sensus dan pemetaan yang jelas tentang sebaran anggota Persyarikatan kita dari sisi pendidikan, pekerjaan , ststus ekonomi dan sosial. Pada sisi lain yang mengurus NBM biasanya adalah mereka yang maaf akan menempati posisi dalam jabatan di aum sedang para simpatisan di ranting ranting tak ada tertarik mengurus NBM. Jadilah seakan anggota Persyarikatan kita di dominasi karyawan dan pegawai yang berpendidikan.

Dari realitas jamaah Persyarikatan yang kita juga tidak pernah tahu itulah kita (maaf) kerap gagal paham untuk mengerti aspirasi jamaah tingkat bawah apalagi pada level simpatisan yang jumlahnya malah lebih besar ketimbang yang punya nomor baku. Dan kita juga tidak pernah tahu kemana arah politik mereka.

Kita tidak tahu seberapa akurat survey diatas tapi setidaknya kita terbantu memahami sebagai bahan dasar bahwa ada banyak simpatisan MUHAMADIYAH yang kita tidak mengenal mereka. Tapi mereka mengenal kita. Dan boleh jadi kita berlawanan arah. Aspirasi menguat terlihat pada level pimpinan kelas atas tapi kita tak pernah tahu politik real jamaah kelas bawah yang tidak tersentuh informasi …
Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here