Komunitas Padhang Makhsyar #179: Jokowi’s Blunder

0
160
Foto gol bunuh diri di piala dunia 2018 diambil dari detik sport

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Pilpres yang baik adalah ketika persaingan bukan permusuhan — ketika humor lebih terdengar ketimbang geram. GM

*^^*
Selalu ada kesalahan di setiap ada peluang kalah. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Kemana suara rakyat diarahkan bergantung kemana Tuhan menundukkan hati dan menunjukkan kemana arah paku bakal melubang gambar: nomor satu atau nomor dua.

Segigih apapun kampanye dilakukan. Serapat apapaun timses bergerak. Sebanyak apapun dana di sebar. Sebagus apapun program ditawar, tetap saja ada blunder yang membuatnya kehilangan kepercayaan dari massa pemilih. Dan Jokowi banyak melakukan itu ibarat menggali sendiri lubang kekalahannya.

Ada beberapa blunder yang dilakukan Jokowi yang berpotensi menjadi pengurang atau pemecah suaranya yang tak bisa dijelaskan dengan akal semata yang terjadi mengalir begitu saja.

*^^*
Pertama. Faktor Ahok yang menista Islam dengan berkata dibohongi surat Maidah berakhir dengan kekalahan Ahok, berimpact ada kekuatan konsolidasi umat Islam yang sebelumnya tak pernah dibayang adalah soal lain sebagai efek positif kepolitikan umat Islam.

Kedua, Pernyataan ibu Mega bahwa PDIP tak butuh suara orang Islam. Membangkitkan sentimen keagamaan kian menguat dan mengeras. Ibu mega tak sepandai bapaknya yang sangat pintar memilin hati rakyat. Ibu Mega adalah energi negatif bagi pemenangan Jokowi. Beliau punya kharisma karena warisan keluarga terutama bapaknya dan dikenal sering tidak ramah dengan sens politik umat Islam. Dan itu melelahkan, karena Jokowi harus melakukan pemihakan dan menetralisir pernyataan-pernyataan ibu Mega agar tak berimplikasi negatif. Tapi itu suit.

Ketiga, Dipilihnya Kyai Ma’ruf Amin karena faktor usia dan kedudukan beliau sebagai Ketua MUI dan Rais ‘Am Nahdhatul Ulama yang kemudian dengan mudah menerima bahkan meminta secara politis adalah blunder besar, apakah dengan mudah sentimen agama bisa segera dilupakan karena fatwa MUI yang ditanda tangani nya oleh para pendukung Ahok dan semua agama selain Islam termasuk penggiat keragaman, Kyai Ma’ruf telah membelah pendukung Jokowi, sebagian hilang semangat bahkan banyak yang kaget dan simpatinya tergerus dan bahkan ada yang menjauh meski tidak secara masif langsung menjatuhkan piiihanya kepada lawan politik tapi menjadi massa mengambang (floating mass) yang cenderung golput.

Keempat, Melemahnya rupiah terhadap dolar juga menjadi picu ketidak percayaan publik terhadap rezim Jokowi. Berita tentang melemahnya rupiah menjadi bahan bincang hangat dan cukup merepotkan terhadap citra dan wibawa pemerintah, tanpa digoreng pun melemahnya rupiah akan menjadi isu tak sedap bagi rezim berkuasa dan itu sangat riskan.

Kelima, Nomor urut ganjil pada undian nomor urut capres, sebab semua nomor urut pemenang pasangan capres sebelumnya selalu genap. Dua kali SBY bernomor genap termasuk Jokowi tahun lalu juga genap dan kali ini Jokowi dapat nomor ganjil.

Ke enam, Jokower juga berperan signifikan terhadap sentimen pengikut lawan yang semakin menguat bahkan cenderung mengeras. Berbagai pernyataan, sikap termasuk arogansi dan perlawanan terhadap Islam justru berbalik menjadi petaka.

*^^*
Semua blunder itu diluar jangkauan Jokowi dan datang tidak di duga sebab blunder biasanya datang di luar hitung akal sehat. Berapa banyak penguasa yang jatuh karena blunder yang dibuat sendiri, tidak Shah Reza Pahlevi, Saddam, Aidit, Qaddafi, Beumedine, semua terjatuh karena blunder dan itu rencana Tuhan yang tidak bisa dikendalikan. Allah Maha Besar yang akan memberi atau mencabut kekuasaan kepada siapapun yang Dia kehendaki.

Pada akhirnya kita harus bertawakkal sebab ikhtiar saja tak cukup. Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here