Komunitas Padhang Makhsyar #185: Hantu Politik Itu Bernama PKI

0
131
Foto poster film penumpasan G-30SPKI diambil dari store.tempo.co

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Jika memang negara ini harus berubah dan memperbaharui perjanjian luhurnya yang berarti merubah kedaulatan rakyat, merubah bentuk dan lambang negara. Maka dengan mengucap BISMILLAH dengan segenap pikiran, jiwa dan raga, saya ingin negara ini berubah menjadi KHILAFAH.

*^^^*
Saya akan melawan dengan cara apapun yang saya mampu jika ada yang mencoba menjadikan Paham Komunis sebagai ideologi dan philosophiche groundslach dan Palu Arit menggantikan burung Garuda. Genjer-Genjer menggantikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Meniadakan pengajaran agama menggantikan nya dengan Dialektika Hegel atau Materialisme-Feurbach.

Saya juga akan melawan jika Karl Marx, Feurbach, Joseph Stalin, Mao Tse Tung, Muso, Dipo Nuswantoro Aidit menjadi founding father menggantikan Soekarno, Hatta, Yamin, Ki Bagus, Kyai Wahid atau Natsir.

Sebaliknya saya ingin Piagam Jakarta di rehabilitasi menjadi perjanjian luhur yang pernah dilanggar. Mengembalikan sila pertama menjadi Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk nya, ditaruh pada sila pertama Pancasila.

*^^*
Ikhitiar merubah negara dengan cara tak patut baik kudeta maupun inviltrasi dilakukan oleh ideologi
apapun adalah bentuk khianat terhadap perjanjian luhur itu. NKRI, Pancasila, Burung Garuda, UUD 45 lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah beberapa item perjanjian luhur itu yang dengan segenap jiwa dan raga telah di sepakati para foundhing father kita. Jadi tak ada alasan untuk merubah sebelum perjanjian luhur yang disepakati para foundhing father itu di ubah.

Mengubah perjanjian luhur harus bersama-sama sebagaimana awal kesepakatan juga bersama-sama, tidak satupun punya hak untuk khianat terhadap perjanjian luhur itu. Pancasila adalah simbol kesepakatan perjanjian luhur itu dan masing masing kita punya kewajiban menjaga dan merawatnya tanpa syarat.

Partai Komunis Indonesia yang kemudian lazim disebut PKI telah melakukan khianat terhadap perjanjian luhur itu dengan cara inviltrasi dan kudeta merebut kekuasaan di saat kekuasaan Presiden Soekarno merapuh. Darah bercucur di bumi pertiwi, sesama anak revolusi bertarung berebut kekuasaan, konflik tak bisa dihindari, masing-masing merasa paling benar dan berhak mengatur negeri, konstitusi di injak hingga batas kaki.

*^^*
Siapapun itu, yang hendak melakukan perubahan bentuk negara, kedaulatan rakyat atau rumusan otentik Pancasila harus dilakukan sengan cara seksama, yaitu musyawarah untuk mufakat bukan dengan inviltrasi apalagi kudeta, jika benar demikian sebelum perjanjian luhur itu diubah maka siapapun itu baik HTI, Ikhwan Al Muslimun, atau manhaj dan ideologi apapun yang akan melakukan perubahan bentuk negara juga akan dilawan dengan cara seksama pula tanpa kecuali.
Wallahu A’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here