Komunitas Padhang Makhsyar #186 : Terminologi PKI: Percampuran Dialektika Hegel dan Materialisme Feurbach

0
78
Foto poster film penumpasan G-30SPKI diambil dari store.tempo.co

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Bermula dari pemikiran Dialektika Hegel dan Materialisme Feurbach, Marx meramu gagasannya tentang masyarakat komunal. Sebuah paham tentang keadilan komulatif (sama rata dan sama rasa ) digagas dan hendak diwujudkan dalam keseharian. Kemiskinan dan kesenjangan sosial menjadi picu utamanya.

Gagasan Karl Marx adalah jawaban para cendekiawan Eropa saat itu melawan gereja yang dominan berkuasa, marxisme adalah solusi atas problem berbagai ketidaknyamanan ilmuwan yang tinggal di Eropa, terhadap ketimpangan sosial dan praktik selingkuh penguasa dan gereja. Ketika masa sulit telah berlalu para cendekiawan Eropa tumbuh bersemi, kebebasan diraih dengan bebas, bahkan bebas sekali.

Filsafat Eropa abad pencerahan (renaisance) tumbuh pesat, berbagai aliran filsafat seperti di surga, setelah lama mengalami kekerasan, diintimidasi dan diteror. Saatnya para ilmuwan Eropa unjuk gigi. Beragam filsafat, aliran, manhaj atau ideologi, juga seni, bahasa, sains, dan matematika tumbuh tidak terbendung.

***
Salah satu ideologi yang berpengaruh di Eropa adalah Komunisme yang terus mengemuka ketika kesenjangan berlangsung. Kaya dan miskin berjarak terlalu lebar. Komunisme tumbuh dan subur. Sebagai gerakan pemikiran, komunisme berhasil mencandra fenomena ketimpangan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kumpulan orang miskin yang tertindas berbanding terbalik dengan orang kaya pemilik modal. Lazim disebut proletar dan borju. Tesis, antitesis dan syntesis. Jadilah sebuah bangunan ideologi yang dianut para aktifis pergerakan untuk menaklukkan penguasa korup yang berselingkuh dengan para kapitalis tengik.

Dalam perkembangannya komunis juga melakukan pernikahan silang dengan materialisme Feurbach. Sebuah paham anti-Tuhan. Marx menjadikan Feurbach sebagai penguat kebenciannya terhadap agamawan korup yang melegitimasi para penguasa busuk.

***
Pemikiran Marx ini kemudian diadopsi oleh banyak aktivis pergerakan untuk melawan segala bentuk kapitalisasi dan kekuasaan berlebih, meski sintesisnya kerap tidak berubah.

Paham Marx mengilhami banyak pergerakan aktifis politik di belahan dunia. Terutama Asia, Eropa Timur dan Amerika Latin. Sebagai antitesis dari ke-borju-an negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

***
Akan halnya PKI, adalah sebuah partai politik yang menjadikan komunis sebagai ideologi, hampir saja memenangi pemilu di Negri ini. Gagasannya relevan dengan kondisi masyarakat kita. Tak heran jika kemudian banyak pengikut, dengan janji dapat menghapus kapitalisasi dan bagi-bagi tanah buat petani miskin.

PKI memberi banyak janji kepada orang miskin lapar yang tidak punya pekerjaan. Pada orang sakit yang tidak mampu bayar ongkos rumah sakit. Pada anak-anak muda pengangguran dan para mahasiswa yang tidak mampu bayar uang spp. Pada pengusaha miskin yang bangkrut. Atau pada suami yang tertindas dirumah .. .. PKI menjadi alternatif sebagai kendaraan politik yang efisien untuk melawan.

***
Dalam perjalanan-nya PKI banyak melakukan pengkhianatan dengan berbagai cara. Menikam dari belakang. Sebagai partai yang berideologi komunis telah melakukan kejahatan politik. PKI adalah musuh bersama yang harus diberangus. Umat Islam dan Angkatan Darat yang paling terluka karena penghianatan itu. Wajar kalau terus melawan. Sementara yang lain bersikap abu-abu.

Sebagai simbol perlawanan anti kemapanan. Muso, Aidit, Semaun, Darsono, Tan Malaka, Untung, setidaknya orang-orang ini pernah diindikasikan sebagai tokoh PKI. Bahkan militer pun juga pernah mengalami polarisasi: Cakra Bhirawa salah satunya.

Tapi sekali lagi, kita hanya bisa melarang partainya dan siapa bisa memenjarakan idelogi dalam pikiran masing-masing orang. Sebagai gerakan pikiran, komunis bisa hinggap dimanapun termasuk generasi kita yang tidak paham sejarah. Era mileneal menagih berpikir kritis dan tak cukup hanya dengan indoktrinasi bahwa PKI itu jahat, atau sekedar nobar film G30 S PKI dan pasang bendera setengah, tiang tapi butuh alasan rasional yang argumentatif. Sebab PKI mungkin sudah tak ada tapi komunis sebagai ideologi bisa hinggap dan menjalar dimanapun.
Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here