Komunitas Padhang Makhsyar #187: Hari Tertipu Nasional

0
128
Foto tulisan tertipu dunia diambil dari pradila maulia wordpress

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Saatnya pengakuan dan pemaafan bukan pembelaan dan pembenaran dengan segala cara. “., Kali ini saya pencipta hoax terbaik ..’ kata Ibu Ratna Sarumpaet dengan mata berkaca karena sesal.

*^^*
Ditengah gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, kubu bapak Prabowo justru sibuk tangani ‘gempa’ yang tak kurang dahsyat. Hoax itu telah memakan banyak korban. Calon pengganti Presiden petahana bapak jenderal Prabowo Soebiyanto, Bapak reformasi Prof Dr. Amien Rais, idola emak emak Sandiaga Salahudin Uno, ekonom senior Prof Dr Rizal Ramli, pemimpin harapan Dr Fadhli Zon, Ketua Unum Pemuda Muhammadiyah, Dr Dahnil Anzhar Simanjutak, tumbang dimakan hoax yang dibuat teman sehaluan.

Prihatin saya ucapkan kepada Bapak Prabowo karena telah menjadi kurban penipuan ibu Ratna Sarumpaet. Bapak Prabowo dan pak Amien Rais adalah orang yang paling terdampak berita hoax ibu Ratna itu, bahkan Ibu Hanum menangis sedemggukan seperti opera di Sabtu malam minggu, semoga beliau dapat melalui musibah, mendapat jalan mudah dan dapat segera berbenah dan bangkit,

Hoax justru datang dari salah seorang jurkam yang selama ini menjadi ujung tombak disamping Ibu Neno. Dua orang aktifis perempuan yang kerap memerankan dirinya sebagai kurban persekusi yang dizalimi penguasa. Kini mendustainya. Seperti memercik air di dulang terpercik muka sendiri.

*^^*
Ini memang soal politik dengan tensi tingkat tinggi. Semua serba serius dan hati-hati semua berhitung cermat agar tak salah hitung. Sebab kesalahan sedikit saja bisa menguntungkan pihak lawan termasuk lempar joke bahkan hoax untuk membuat kubu lawan patah. Seperti mati gaya operasi plastik ibu Ratna Sarumpaet agar tetap awet mudapun harus di politisir sebagai alat untuk menerjang lawan. Kurban persekusi dari rezim zalim katanya berapi.

Ibu Ratna adalah aktifis perempuan yang gigih dan tokoh oposisi paling tangguh dan selalu berada di baris paling depan melawan rezim yang dianggapnya paling korup penuh dusta. Beliau hanya manusia biasa, beliau bukan malaikat yang tak pernah salah, itu hikmah yang bisa diambil, tak ada manusia sempurna termasuk ibu Ratna Sarumapaet dan semua orang yang pernah beliau kritik.

Beliau paham itu sekarang dengan pengakuan yang benderang. Saatnya kita memberi pemaafan karena beliau telah memberikan pengakuan, bahwa tidak semua harus dibawa ke meja hijau. Bahwa beliau kerap melakukan, maka saatnya kita membalas dengan kebaikan yang lebih.

*^^*
Pak Prabowo adalah kurban paling terdampak dari hoax yang dibuat salah seorang kepercayaannya itu. Bahwa kemudian ada pernyataan emosional dari teman-teman pak Prabowo adalah soal lain yang justru membuat situasi kian parah.

Pada akhirnya pengakuan memang tak pernah mengenal kata tulus dan pemaafan juga tidak terlalu dibutuhkan pada ruang politik. Sebab intrik adalah cara lain agar kesalahan tetap nampak sebagai kebaikan. Semoga kita semakin dewasa terhadap hoax-hoax yang lain, baik sudah beredar maupun yang sedang disiapkan untuk di edarkan. Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here