Komunitas Padhang Makhsyar #188: Hoax: Kawanan Kanibal Pemakan Bangkai

0
128
Foto burung pemakan bangkai dari afrika diambil dari merdeka.lifestyle

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Rasulullah saw tak senang dengan orang yang suka menyebar benci. Suatu kali Sayidah Aisyah melihat salah seorang isteri baginda nabi saw yang bernama Syafiyah berjalan dengan gamis ‘ngelombrot’ karena badannya yang agak pendek. Dan Aisyah dengan sedikit mengejek melihat bagaimana Syafiyah berjalan dan beliau bersabda: ‘Wahai Asiyah sesungguhnya pernyataanmu tadi sudah cukup untuk membuat air di lautan tercemari”.

Lihatlah betapa ringan dan biasanya apa yang dilakukan Asiyah ra tapi punya efek resonansi dahsyat bahkan air lautan tercemar hanya dengan dua atau tiga perkataan. Lalu bagaimana dengan hoax yang kita sebar. Hoax apapun alasannya adalah cara yang kurang patut apalagi menggunakan Islam sebagai simbol. Bukan menjadi alasan pembenar jika sekelompok yang dianggap ‘musuh Islam’ menggunakan hoax lantas kita ikutan melakukan hal yang sama.

*^*
Apapun alasannya menyebar hoax tak bisa dibenarkan. Hoax adalah tindakan paling hina dan sangat membahayakan. Al Quran menyebut orang-orang macam ini sebagai bagian dari prilaku buruk yang tak bisa dimaafkan. Bahkan dosa membuat dan sebar hoax tak bisa diganti dengan pahala shalat, zakat, kurban, puasa atau haji meski dilakukan bersamaan.

Hoax bukan saja membuat terpecahnya silaturahim tapi juga fitnah di tengah masyarakat bahkan dis-stabilitas. Dan bila tak beruntung akan ada perang karena hoax. Pelaku hoax sering kecanduan dan gagal mengendalikan diri maka ia sebar hoax dengan penuh kesadaran dan kabanggaan bahkan ada sebagian yang menganggap diri pahlawan sebab telah berhasil memberitakan keburukan orang lain di depan publik atas nama kebenaran yang ia yakini.

Kyai Haji Haedar Nashir memandang hoax sebagai prilaku buruk dilakukan oleh orang tak terdidik. Fiqh Medsos memberikan regulasi bahwa dunia medsos adalah relasi baru kehidupan maka harus dirawat dengan kebaikan dan dipraktikkan dengan santun.

*^^
Copas dan Share adalah cara mudah sebar hoax. Hanya kebetulan kita tak bersetuju atau tak suka dengan seseorang atau sekelompok yang lain maka apapun berita buruk yang menyangkut denganya akan mudah kita terima dan kita sebar. Ironisnya pada dunia dimana it menjadi sandaran ‘hoax’ malah berkembang menjadi industri.

Hoax tentang penganiaya aku aktifis perempuan salah satunya. Ironisnnya diamini para calon pemimpin negara yang secara berjamaah larut menikmati berita Hoax itu tanpa tabayyun. Kita punya kewajiban saling mengingatkan sesama muslim bahwa cara itu sangatlah tak patut dan berlawanan dengan akhlaqul karimah apapun alasannya. Menyebar benci, permusuhan dan adu domba. Tak terpikir jika itu dilakukan oleh mereka yang shalat lima waktunya selalu berjamaah di masjid. Bacaan Al Qurannya fasih tapi hobi sebar hoax. Naudzubillah.

Bagaimanapun kita tak ingin syariat Islam tegak dengan cara tak patut apalagi dengan menghalalkan semua cara. Sikap saling merendahkan, apalagi menyebar keburukan ditengah ramai adalah tindakan kanibal pemakan bangkai saudaranya. Kita tak pernah tahu apa motif seseorang sebar berita fitnah, menyebar benci dan permusuhan antar agama, aliran politik dan kelompok.

*^*
Janganlah mengolok atau merendahkan suatu kaum atau kelompok karena boleh jadi kelompok yang kita rendahkan lebih baik dari yang mengolok.

Dan nyatanya kita masuk pada wilayah politik yang sangat praktis. Seakan merasa membela agama padahal yang dilakukan adalah membela harga diri, dan kelompoknya. Lantas agama dijadikan pembenar untuk sesuatu yang dilakukan tanpa hujjah. Kepentingan politik sering diberi cap agama untuk mencari ‘penghalalan’ agar yang dilakukan terlihat sakral dan agamis. Naudzubillah

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan Pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here