Komunitas Padhang Makhsyar #194: Politik Pengalihan dan Pembelaan Amien Rais

1
123

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Kapan Tim Kampanye Nasional Indoenesia Makmur segera terbangun dan menyadari bahwa Ratna Sarumpaet adalah pengalihan isu. Agar timses Prabowo pecah fokus dan hilang konsentrasi. Ini politik cerdas membuat lawan mati lelah dan sibuk ngurus diri sendiri. Lihatlah Ratna, Prabowo, Amien, Dahnil, Fadil, Fahri, Rizal dibuat sibuk dengan kabar hoax operasi plastik nenek Sarumpaet yang tak ingin tampak tua.

Semua elite TKN Indonesia makmur sibuk bersilat lidah, mencari benar sambil melemahkan lawan semampunya. Sibuk dengan implikasi dari ucapan dan kata katanya sendiri. Mereka habis waktu, tenaga, pikiran dan uang. TKN ini sejatinya sedang berkampanye negatif mengikuti irama permainan lawan. Masuk kubangan dan lubang yang dipasang lawan tapi masih berlagak pintar.

Siapa sesungguhnya yang sedang masuk perangkap permainan lawan. Dihajar hoax, soal kabar palsu remeh temeh, ini hanya oprasi plastik seorang nenek yang tak mau terlihat tua. Tapi menguras semuanya tanpa sisa. Semua larut dalam skema permainan lawan. Inilah oprasi intelegen yang sesungguhnya, bukan tentang kabar hoax nya.

*^^*
Tak yakin kepolisian punya keberanian mempidanakan Amien Rais apalagi sampai mendiskualifikasi pasangan Prabowo Sandi. Terlalu mahal di ongkos. Akan lahir gelombang protes dan kemarahan massal dan itu pasti membuat semua rugi. Dan kepolisian pasti sudah punya kalkulasi politik sendiri.

Tak ada tujuan final dari proses hukum hoax Ratna Sarumpaet sebab semua bermanfaat pada waktunya. Bukan pemidana-an para pelaku Hoax tapi membuat sibuk para Tim Kampanye Nasional Indonesia Makmur untuk rentang dua atau tiga bulan ke depan sudahlah cukup.

Beratus pengacara membela atau ribuan mwndukung mengantar. Itu tujuan antara lawan politik berhasil menjebak dan Pak
Amien sekali lagi masuk dalam irama siasat lawan. Permainan politik cerdas tingkat tinggi bukankah politik juga bermakna siasat membuat lawan melawan dirinya sendiri.

*^^*
Sementara Jokowi, jangan kan komentar melihat pun tidak. Cukup lah Farhat Abbas yang melawan. Sementara Erick Thahir dan puluhan Tim Kampanye Nasional Indoenesia Kerja yang lain berhasil mengusung ARB, mengambil hati ratusan ulama dan kyai yang tergabung dalam jaringan santri nasional.

Akan lebih baik bila Amien Rais membuat pencitraan sebagai seorang Demokrat dan Bapak Reformasi. Dia hadir sebagai warga negara yang taat hukum bukan membawa rombongan pendukung untuk menekan pihak aparat penegak hukum.

Ada baik nya Pak Amien Menjunjung tinggi kewibawaan kepolisian, itu pasti akan menjadi investasi politik yang positif bukanya melakukan pembiaran premanisme demokrasi karena takut kriminalisasi. Menekan negara dengan cara kurang elegant .. tapi semua akan kembali pada Pak Amien mungkin beliau punya kalkulasi politik termasuk ancaman nya akan membongkar konspirasi besar polisi dalam kasus yang pernah disebutkan nya itu … kita tunggu.
Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan Penggiat Komunitas Padhang Makhsyar

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here