Komunitas Padhang Makhsyar #195 : Game of Thrones Vs Make’s Indonesia Great Again

0
82
Foto adegan film games of thrones diambil dari radio.times

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Ketika kemenangan sudah dirayakan, dan kekalahan sudah diratapi barulah kemudian kedua-duanya sadar bahwa kemenangan maupun kekalahan di dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak-poranda. Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di tengah dunia yang tenggelam.

*^^*
Ada suka cita ketika dibanding menulis tentang berita hoax operasi plastik nenek Sarumpaet yang takut terlihat tua. Ini adalahpeningkatan kualitas kampanye dan persaingan antar capres.bukan saling ejek atau balas tebar hoax tapi lomba pidato. Ini kampanye yang sangat menarik. Adu sakti dan digdaya layaknya dua satria yang bakal menyabung nyawa. Tak harus bertemu muka, tapi cukup saling mengirim pesan, lewat pidato yang bekualitas.

Dua capres dengan pidato yang sangat berkualitas dengan bobot yang lumayan berisi. Selamat dua calon pemimpin bangsa Indonesia .. .. 🙏🙏🙏🙏🙏🌹🌹

*^^*
Simak pidato Jokowi dan Prabowo berikut : “Namun, akhir-akhir ini hubungan antara negara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti Game of Thrones. Balance of power dan aliansi antarnegara-negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan. Lemahnya kerja sama dan koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah, seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang.

Dalam serial Game of Thrones, sejumlah “Great Houses”, “Great Families”, bertarung hebat antara satu sama lain untuk mengambil alih kendali “The Iron Throne”. “Mother of Dragons” menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antar para “Great Houses” itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar seiring perputaran roda satu “Great House” tengah berjaya sementara “House” yang lain mengalami kesulitan.

Dan setelahnya, “House” yang lain berjaya dengan menjatuhkan “House” yang lainnya. Namun, yang mereka lupa tatkala para “Great Houses”, sibuk bertarung satu sama lain mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari utara. Seorang “Evil Winter”, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran.

Dengan adanya kekhawatiran ancaman “Evil Winter” tersebut, akhirnya mereka sadar tidak penting siapa yang menduduki “The Iron Throne”. Yang penting adalah kekuatan bersama untuk mengalahkan “Evil Winter” agar bencana global tidak terjadi, agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak-poranda yang menyengsarakan kita semuanya.

*^^*
Di kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung kondisi perekonomian Indonesia. Menurut dia, Indonesia melenceng dari kehendak UUD 1945 khususnya Pasal 33 dalam mengelola ekonomi serta sumber daya alam.

Akibatnya, kata Prabowo, Indonesia tambah miskin dan tekor karena sebagian besar kekayaan alam dikuasai oleh segelintir orang. Keuntungan pun dia sebut mengalir ke luar negeri.

Pak Prabowo ingin bagaimana Indonesia bisa mengaum lagi seperti macan Asia, itu aja. Jadi diksi yang dipakai ‘Make Indonesia Great Again’,

Prabowo sebelumnya membahas slogan kampanye Trump saat berbicara dalam Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Ia bicara tentang slogan khas Trump yang dinilai bisa diadopsi bangsa Indonesia.

“Begitu AS merasa kalah bersaing dengan Tiongkok, mereka menyatakan perang dagang, tidak ada free trade (perdagangan bebas). Kenapa mereka mengatakan, ‘America first, make America great again,’ dia mengatakan, ‘The important sign is American job,'” kata Prabowo di Rakernas LDII di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

“Kok bangsa ini tidak berani mengatakan, bagi bangsa Indonesia, ‘Indonesia First, Make Indonesia Great Again’. Mengapa pemimpin Indonesia tak ada yang berani mengatakan yang penting adalah ‘pekerjaan bagi rakyat Indonesia’,”

*^^*
Prabowo ingin negaranya kembali mengaum seperti macan di Asia. Menjadi bangsa besar yang mandiri dan berdaulat. Jokowi mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi menjadi tidak bermakna ditengah dunia yang tenggelam artinya sejahtera itu harus bersama sama jangan dinikmati sendiri. Setidaknya dua pidato dari dua capres itu dapat menawar luka akibat kampanye buruk yang melelahkan

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan penggiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here