Komunitas Padhang Makhsyar #200: Prabowo Mr. Gentlemen

0
499
Foto Prabowo Subianto diambil dari Merdeka.Com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Karena sibuk memberitakan keburukan pasangan Jokowi-Ma’ruf sehingga melupakan memberitakan kebaikan dan prestasi pasangan Prabowo-Sandi. Maka jangan salahkan bila semua berita beredar adalah kampanye buat Jokowi-Ma’ruf baik kampanye positif maupun negatif.

*^^*
Ketika semua kurban hoax ibu Ratna Sarumpaet sibuk berkilah bersilat lidah mencari pembenaran, Prabowo malah sebaliknya, mengakui kekhilafan nya dan tidak malu meminta maaf kepada publik. Budaya mengakui dan minta maaf yang mulai redup. Sebab biasanya orang khilaf malah gelap mata salahkan siapapun dan bahkan tak segan nuntut balik.

Saya suka orang ini sejak masih menjadi Danjen Kopasus, seorang prajurit pemberani. Tegas, terbuka dan jujur. Kelebihan sekaligus kelemahan nya yang paling urgent.

Lahir dari seorang ayah pejuang dan peletak dasar ekonomi Pancasilais yang berbasis kerakyatan: Soemitro Djojohadikoesoemo yang kemudian digelari Begawan ekonomi Indoenesia. Adalah salah seorang peletak dasar Republik. Prabowo lahir dari keluarga patriot dan pejuang yang mengedepankan orang banyak.

*^^*
Tak perlu saya sebut prestasi dan sisi positif Mr Prabowo yang bisa diangkat. Karena hampir semua hanya tertarik pada Jokowi. Tim
Jokowi memuji-muji keberhasilan dan prestasi bahkan semua diklaim
tanpa sisa. Sebaliknya tim Prabowo mengkritik habis semua yang dilakukan Jokowi. Jadilah pemberitaan kampanye yang tidak berimbang. Sebab kedua kubu capres sama-sama lebih suka memberitakan : Jokowi

Siapa mau beritakan jasa pak Amien Rais sebagai bapak reformasi. Siapa mau tulis tentang keberhasilan Prabowo membangun pasukan elite kopasus. kedekatannya dengan umat Islam. Sikap patriotisme dan masih banyak lagi.

Sandi pun seakan tenggelam di pasar pasar klontong tapi luput dari visi ke depan tentang konsep ekonomi milenial dan wisata halal yang telah dengan susah payah digagas. Bahkan tim kampanye nya pun tidak tertarik dan lebih suka dengan berita hoax operasi plastik ibu Ratna Sarumpaet ketimbang mengkampanyekan wisata halal sebagai salah satu wasilah menuju Indoenesia makmur.

*^^*
Pada tahapan ini saya masih gagal paham, kenapa selalu jargon jargon : Indonesia bakal bubar, ekonomi Indonesia dikelola ugal ugalan, bangsa Indonesia bakal terus hidup miskin, Indoenesia bakal bangkrut, bangsa jongos, kriminalisasi ulama, persekusi ustad Abdul Shomad, ibu Neno atau mas Dhani atau ribut soal visa bisnis Habib Rizieq yang habis waktu, atau menagih janji kampanye dan entah apalagi.

Tema tema kampanye yang dipilih justru berbalik menenggelamkan visi yang seharusnya dibangun. Program dan visi pak Prabowo justru kalah viral dengan berita hoaks dan kritik nya terhadap Jokowi. Apapun yang dilakukan Jokowi menjadi trading topic karena kubu Prabowo juga ikut andil meski dengan lain cara.

Jokowi kian popolair sebab kampanye gratis dari tim kampanye Prabowo .. barangkali peringatan Tuhan patut di renungi: ‘Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berbuat tidak adil .. “. Sebab kebencian yang dilakukan berlebihan justru membuat yang dibenci kian populair …

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiatvKomunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here