Komunitas Padhang Makhsyar #204: Hancurnya Sebuah Negera

0
92
Foto peperangan diambil dari kerisku.id

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Hancurnya Mekkah oleh Habasyah. Madinah dan Bukhara karena paceklik penyebab lapar. Kufah dan Iraq oleh penjajahan Turki. Yaman dihancurkan belalang. Hamdan dijajah Dailam. Armenia luluh lantak oleh sebab petir. Khalwan porak poranda oleh angin. Balkh ditenggelamkan. Tirmidz oleh kolera. Mazmur disapu pasir. Hirah oleh hujan ikan yang memakan penduduknya.

Kirman oleh tentara yang merobek robek penduduknya. Sijistan oleh gunung dan pasir berdebu. Kibridz dijatuhi api hingga semua penduduknya terbakar. Sind dan India diserang penduduk berkulit hitam sebab penduduknya menjual orang-orang merdeka. Baitul Maqdis dan gunung Sinai terangkat. Adapun Samarakand, Siyasyi, Isbijab dan Khawarizm dihancurkan Banu Qunthara hingga negara mereka berubah seperti bangkai keledai. Sodom oleh angin puting beliung dan tanahnya ditenggelamkan.

*^^*
Singhasari oleh para pangeran yang terus bertikai karena hoaks keris empu gandring. Majapahit digerus pembrontak. Demak karena intrik dan pertikaian para politisi. Mataram karena perang saudara hingga terpecah menjadi tiga bagian kecil.

Uni Sovyet oleh glasnots dan prestroika. Syuriah karena berita hoax. Yaman karena perang mazhab para fundamentalis. Afghan terbelah karena dua pasukan kuda berebut paling berhak kibarkan bendera tauhid.

*^^*
Setiap negeri memilih cara hancurnya sendiri dan kita mungkin sedang memilih dengan cara yang mana. Hoaks keris Empu Gandring menjadi hantu paling mengerikan sepanjang kekuasaan Ken Arok dan keturunan nya. Semua raja Singasari mati karena hoaks Keris buatan Empu Gandring.

Sebab informasi tentang fitnah memang tak gampang dibersihkan. Dan cukup menjadi sebuah azab jika fitnah menjadi teman harian sepanjang hidup. Tapi semua kita punya pembenar untuk alasan sebuah kejadian. Tiba-tiba sesama umat Islam saling mengeras berebut benar untuk sesuatu yang belum bisa dipahami. Sebab kita tak lagi mencari benar tapi cukup merasa benar.

Rasulullah pernah berdoa agar umat Islam tidak dikalahkan oleh musuh kecuali sesama umat Islam sendiri yang akan saling menawan dan mengalahkan. Nyatanya kita tak pernah akur. Bahkan berselisih berebut kekuasaan padahal jenazah nabi saw belum juga dikubur.

Intrik berebut kekuasaan bahkan dimulai saat jenazah Nabi saw masih hangat. Air mata para keluarga belum juga kering dan duka masih bergelayut, tapi kekuasaan tidak mengenal masa duka. Sebab kekuasaan siapa yang bakal mengganti kedudukan Rasulullah jauh lebih menarik ketimbang merawat jenazah nabi saw. Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here