Komunitas Padhang Makhsyar #210: Ulama: Kumpulan Imaginary Class

1
175
Foto ilustrasi indahnya dunia diambil dari the teegraph

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Al-Azmeh, dalam “Arabic Thought and Islamic Societies,“ menyebut — mungkin sedikit kontroversial — kaum ulama di definisikan sebagai “lapisan imajiner’, ‘imaginary class’. Kebersamaan yang dibayangkan, atau sebenarnya diharapkan, adalah “kolektifitas utopis”

Mihta mengemukakannya dengan cara lain: peran ulama bukan peran yang sudah ada formulanya. Sejarah politik dalam hidup al-Ghazali menunjukkan, “para ulama sendiri bersengketa dalam proses merumuskan dan menghalalkan status mereka”. Proses itu tak pernah lempang

*^^*
Lantas siapa paling berhak sebut ulama. Seperti diuraikan Farouk Mitha dalam “Al-Ghazali and the Ismailis: A Debate on Reason and Authority in Medieval Islam,” buku ini tentang al-Ghazali: persisnya, pergulatan pikirannya menghadapi kaum Ismailiah dalam soal otoritas dan kebenaran.

Bukankah ulama yang dipahami sebagai yang berhak menyandang kebenaran, moralitas dan cita cita imajiner..Bagi kaum Ismailiah, setelah Nabi tak ada lagi, umat yang bisa sesat — perlu dibimbing seorang Imam yang tak mungkin salah

Akal manusia lemah. Hassan as-Sabbah mengajarkan prinsip ta’lim, (dari kata alima, “mengetahui”), pengetahuan otoritatif tentang kebenaran yang wajib diikuti

Al-Ghazali juga mengakui perlunya Imam: ia menganggap Khalif al-Mustazhiri adalah contoh Imam yang dibutuhkan umat. Tapi bagaimana menentukan Imam yang tak bisa salah?

Al-Ghazali menolak prinsip ta’lim dan menegaskan peran nalar dan ikhtiar. Dan agar tak bertumpu pada orang seorang, ia menyebut perlunya konsensus, ijma’, dari para ulama

*^^*
Akhirnya, ke-ulama-an baru punya gema justru dalam kerendahan-hati. Tak lama setelah menulis “Kitab al-Mustazhirí”, al-Ghazali meninggalkan Baghdad. Ia menjauh dari kekuasaan. Karena jengah dengan konflik dan kepalsuan. Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here