Komunitas Padhang Makhsyar #215: Sandya-Kalaning Oposan

0
73
Foto ilustrasi diambilkan dari pusakajawatimuran

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Biar sadar juga itu hamba-hamba Allah bahwa sesungguhnya kita ini bersama dan bekerja sama. Bukan bersama untuk kepentingan sendiri,” kata ustadz Abu Bakar anggota Majlis syura PKS, sempat meruak ancaman PKS akan mematikan mesin politik partai jika Wagub DKI tak juga diberi. PRABOWO juga dihadapkan pada kebimbangan yang luar biasa ketika harus menentukan pilihan siapa pendamping gubernur Anis Baswedan.

*^^*
Saya akan mencoba menalar dengan meminjam teori interaksi-simbolik untuk menggambarkan hubungan-hubungan antar partai pengusung,

Koalisi Indonesia Makmur (KIM) yang mengusung Prabowo-Sandi, memang menyisakan banyak masalah terutama kepentingan partai. Bertemunya beragam simbol, idelogi dan manhaj tak bisa dipungkiri, semua kasat mata. Alotnya perebutan wakil gubernur DKI salah satunya. Ibarat gunung es konflik internal lebih besar di dalam.

Satu-satunya yang mempersatukan adalah mengalahkan Jokowi pada Pilpres 2019, lainnya tidak ada. Sebut saja ijtima ulama yang memberi dukungan dan restu juga tak ada melibatkan MUHAMADIYAH dan NU sebagai representasi Islam modern dan Islam Kultural terbesar, Ijtima ulama lebih pada representasi ulama-ulama Islam dari PKS, HTI, FPI dan beberapa Habib. Meski secara personal juga ada perwakilan dari ormas-ormas besar tapi tidak secara struktural. Masing-masing punya manhaj, Imam dan aliran termasuk visi yang di cita-citakan. Meski berbasis massa Islam, tapi punya agenda sendiri yang berbeda antara FPI, HTI dan PKS.

Begitu pula dengan persaingan antara partai pendukung. Gerindra tampak ingin dominan dan mengambil semua. Sementara PAN dan PKS terancam aturan batas ambang parlemen. Pun dengan Demokrat. Hanya Gerindra yang aman karena faktor Prabowo dan Sandi, yang terus dikampanyekan, Yang lainnya diramal bakal tenggelam, sebuah resiko yang harus dibayar untuk sebuah kongsi politik.

*^^*
Memenangkan Prabowo-Sandi sama dengan membesarkan Gerindra, itu rumitnya. Maka jangan salah kan bila mesin politik PAN, PKS dan Demokrat tak kunjung terlihat dalam setiap kampanye Prabowo dan Sandi. Para partai koalisi justru lebih intens memenangi Pileg ketimbang Pilpres adalah pilihan politik rasional untuk tetap menjaga eksistensi partai.

Apalagi HTI, jelas tak ada kepentingan dengan Prabowo menang atau kalah dalam Pilpres 2019, sebab tidak akan berpengaruh signifikan terhadap cita-cita khilafah. Tapi HTI menikmati perlindungan dan persinggahan sementara yang nyaman. ‘Prabowo bersama HTI’ setidaknya menjadi rumah aman sementara untuk menata strategi dakwah khilafah yang sempat tenggelam dan dilarang meski belok arah menjadi aksi bela kalimat tauhid.

Sebagai patriot, saya tambah tak yakin jika Prabowo memberi jalan khilafah. Pun dengan model syura yang digagas PKS atau Imamiyah ala FPI. Semua saling bersaing dalam konstetasi politik internal. Beragam kepentingan itulah yang kemudian menyebabkan bang Sandi terlihat sibuk sendirian, pada sisi lainnya secara personal beliau bersaing ketat dengan bang Fadhli Zon berebut menjadi putra mahkota Gerindra tahun 2024.

Belum lagi soal logistik juga jadi bagian yang paling krusial untuk menggerakkan mesin politik partai. Pekerjaan mengalahkan Jokowi memang terasa berat dan harus kerja lebih keras. Tapi apapun bisa mungkin, termasuk Jokowi yang meski unggul tetap saja ada peluang kalah.

*^^*
Politik tetap saja siasat dan strategi bagaimana meraih kekuasaan dan berebut di tempat terdepan. Jadi tidak salah jika PKS ngotot minta jatah kursi Wagub DKI. Pilihan strategis yang realistis ketika yang lain sibuk soal hoaks Sarumpaet atau isu skenario cokelat.

Pada akhirnya semua politisi boleh mengatur, membuat siasah atau strategi, tapi Allah taala yang maha mengatur dan membuat putusan siapa yang bakal diberi kekuasaan .. sebaik apapun rencana, sebagus apapun strategi, seindah apapun narasi pidato, tak akan cukup membuat kekuasaan di genggaman .. hanya Allah Tabaraka wata’ala yang akan memberi dan mencabut kekuasaan dari siapapun yang dikehendaki .. tak ada yang lain .. hanya Allah a’lam yang tahu niat masing-masing hati, semoga kekuasaan diberikan kepada yang membawa banyak maslahat … aamiin

*Pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here