Komunitas Padhang Makhsyar #230:Merasa Paling Prabowo Tapi Tidak Hadir Saat Dibutuhkan

0
148
Foto Flash diambil dari youtube

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani  Yusuf*

Hanya ramai di medsos tapi tak ada saat dibutuhkan. Ini soal bagaimana membuat lawan bergetar takut, bukan merasa paling Prabowo.

*^^*
Bangsa Israel pernah menolak diajak perang saat Musa benar-benar butuh pasukan melawan kezaliman Palestina.
Bangsa Israel mengidap ‘trauma perception’ yang ditandai dengan adanya ‘mental black’ atau ketakutan dan kecemasan, kalah sebelum perang. Mereka membuat hantu-hantu untuk ditakuti sendiri. Sebagai alibi. Padahal jumlah orang Israel saat itu lima kali lebih banyak .

Mereka berkata: “Hai Musa, Sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, Sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya” Al Maidah:22)

Takut pada orang-orang yang gagah perkasa, memiliki banyak dukungan baik uang, media hingga pasukan yang sangat kuat. Kecemasan ini dibangun terus hingga lahir ketakutan kolektif. Banyak yang ciut nyali. Merasa di ancam atau di intimidasi padahal ketakutan itu berasal dari perasaannya sendiri. Mental black, pikiran kalah sebelum perang.

*^^*
Bangsa Israel dikenal pandai sekali bicara tentang ketidak-adilan, intimidasi hingga teror yang dialami. Mereka mengadu kepada Musa setiap pagi dan petang agar dilindungi dari kezaliman rezim penguasa. Bangsa Israel juga terus menyerukan tentang kesengsaraan yang dialami, tentang anak-anak mereka yang lemah dan berbagai kesulitan lainnya. Semua rinci dibahas dalam berbagai halaqah dan majelis.

Ironisnya saat diajak melawan, mereka menolak dan membuat berbagai alibi. Seperti dalam surah al-Maidah 24 berikut: Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, Karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, Sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”.

Musa disuruh pergi perang sendirian, hanya berdua dengan Tuhannya, sebuah sikap kurang terpuji, karena mereka sebenarnya kumpulan orang-orang penakut dan hanya pintar membuat alasan. Pintar diskusi tapi miskin aksi. Beraninya dengan teman sendiri begitu berhadapan dengan lawan sesunguhnya langsung menciut tak punya nyali.

Musa geram dan berkata:’Hai kaumku, masuklah ke tanah Suci (Palestina) yang Telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), Maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (21)

*^^*

Kemudian Musa berdoa kepada Rabbnya: “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku, sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq.”(25).

Kemudian Allah menghukum mereka :”Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.”26

*^^*
Diceritakan bahwa kaum Israel pada saat itu tersesat di Padang Tiih selama 40 tahun. Yang tersisa dan yang dimaksud ‘kami’ dalam do’a Nabi Musa di atas hanyalah 2 orang sholeh yang terdapat di ayat 23, dalam Tafsir Ibnu Katsir mereka bernama Yusya’ bin Nun dan Kalim bin Yaufuna.

Selamat berjuang Pak Prabowo dan Bang Sandi saya ada dan hadir setiap dibutuhkan, semampu yang saya bisa … meski hanya sekedar hadir saat kampanye. Agar musuh bergetar takut karena melihat kita banyak. .. ..

*Ketua  Majelis  Ulama  Indonesia  Kota  Batu  dan pegiat  Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here