Komunitas Padhang Makhsyar #246: Grace Nathalie dan Perundungan Syariah

0
561
Foto Poster stop bullying diambil dari gorontalo.antaranews

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Seorang guru di Amerika Serikat di pecat karena bilang kepada murid-murid nya bahwa Sinterklas itu fiktif. Di negara paling sekuler itu ajaran agama tak boleh diusik.

*^^^*
Bung Karno pemimpin besar revolusi itu poligami. Bahwa sampai saat saya menulis ini belum berpoligami, semata karena belum ada kesesuaian waktu dan kecocokan pasangan. Poligami adalah niscaya dan tak perlu disoal apalagi dipaksa masuk ranah politik. Ini juga bentuk politisasi agama.

Ada kesalahan konseptual para politisi bersangkut urusan syariat atau ajaran agama. Maka apapun yang dianggapnya tidak bersesuai dengan modernitas dianggap radikal, intoleran atau ekstrim. Ini soal besar, para elite politik kerap gagal paham meletakkan yang esensi dan substantif menjadi sangat formal dan politis bahkan cenderung gegabah.

Tak urung pernyataan Grace Nathalie tentang Perda syariah yang dianggapnya intoleran, radikal bahkan cenderung ekstrimis adalah bentuk real kegagalan elite menangkap inklusivitas. Grace Nathalie tak punya kemampuan mencandra dengan baik dan tak mengenal bangsa Indonesia secara holistik. Hanya berpikir parsial, untuk kepentingan jangka pendek yang sangat eksklusif.

*^^*
Penegakan Syariah adalah ranah paling vital bagi umat Islam. Namun kegagalan memahami kebhinekaan dan inklusivitas kebangsaan kerap menjadi penghambat. Maka apapun yang bersifat eksklusif ditiadakan. Ini pemikiran buruk sepanjang sejarah kepolitikan tanah air. Sebab Anti eksklusifitas juga bagian dari radikalisasi itu sendiri.

Merawat kebhinekaan harga mati. Tak boleh dianggap remeh apalagi ada ikhtiar untuk melawan. Grace Nathalie tak paham. Maka apapun yang bersangkut dengan ke khas an ajaran agama dianggapnya intoleran ini pikiran sempit dan membahayakan eksistensi negara. Sebab telah menafikkan kebhinekaan.

Negara tidak berhak mengintervensi hingga akar Syariah termasuk di dalamnya poligami atau appapun yang bersangkut dengan ajaran semua agama.,Bukan hanya Islam tapi juga semua agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia berhak mendapat perlindungan dan penjagaan bukan perundungan oleh segelintir elite politik semacam Grace Nathalie. Justru pikiran sempit macam begini yang rentan menimbulkan perpecahan dan dis-intergrasi bangsa.

*^^*
Ini negara besar dengan Islam sebagai mayoritas. Stabilitas nasional terjaga karena umat Islam. Toleransi terjaga karena umat Islam. Maju mundurnya negara, bersatu atau terpecahnya NKRI juga karena umat Islam. Percayalah upaya apapun untuk memarjijalisasi umat Islam hanya akan memecah NKRI.

Indonesia bukan negara agama. Tapi negara ber-Ketuhanan, demikian para faundhing father kita meletakkan konsep dan dasar dasar kenegaraan sebagai falsafah. Tidak dijadikannya agama sebagai dasar negara bukan berarti negara menafikkan ajaran ajaran di dalam semua agama termasuk Islam.

*Ketua Majelis  Ulama  Indonesia Kota Batu  dan pegiat  Komunitas Padhang Makhsyar

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here