Komunitas Padhang Makhsyar #249: Berharap Jokowi Kalah

0
109
Foto Presiden Jokowi sedang shalat diambil dari tribun.news

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Harusnya Indonesia bangkrut. Rupiah ambruk. Negara bubar karena tak mampu tanggung utang. Investasi jebol. Freeport terlepas. Harga sembako melambung tidak terjangkau. Syukur Papua merdeka. Agar ada alasan untuk mengganti rezim Jokowi dengan cepat dan murah.

*^^*
Menunggu April 2019 terasa lama. Toh pemilih juga tak ada indikasi bertambah. Kampanye hanya menghasilkan masing-masing pendukung semakin mengeras dan fanatik – hanya berputar pada celotehan kampret atau cebong sama sekali tak mutu-hanya itu. Selainnya tetap sama. Pendukung Jokowi dan Prabowo kukuh bergeming.

Berbagai strategi kampanye digelar tapi tak mempan. Orang sudah pada yakin dengan pilihan. Tak ada yang surut langkah. Hanya Tuhan yang paling tahu kepada siapa kekuasaan bakal diberi. Ada yang dimuliakan dan ada yang dihinakan. Menurut kehendak-Nya.

Berharap Jokowi kalah atau mengalah-agar kekuasaan dipergilirkan dan tidak berputar di kaum tertentu. Dengan begitu akan lahir keseimbangan. Jokowi yang penuh utang akan diganti dengan Prabowo yang bakal melunasi semua utang. Jokowi yang tidak pernah berhasil menciptakan keadilan maka Prabowo akan menciptakan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tidak hanya itu, Prabowo akan mengusir orang asing dan aseng yang mencengkeram kekuasaan dan kedaulatan negara. Setidaknya rezim Prabowo terbebas dari pengaruh Ibu Megawati yang konon katanya sok turut campur. Prabowo akan memerintah sendirian tanpa intervensi dari siapapun.

Pembangunan akan diatur dengan cara seksama. Tidak perlu cari utangan karena semua rakyat bakal urunan untuk membangun. Model pembangunan dengan cara menarik iuran rakyat pasti menarik dan layak ditimbang. Siapa tahu berhasil lebih baik. Itulah berdikari. Import ditutup rapat. Investasi tiada lagi. Kita akan berdiri di kaki sendiri. Sebuah gagasan mulia yang harus di dukung.

*^^*
Prabowo harus menang. Sebab kalah akan membuat negeri kita bakal punah – tinggal sepenggal kisah. Ini bukan negeri dongeng tapi apa salahnya direnungi agar tak sesal di hari kemudian. Memberi kesempatan kepada Prabowo yang direstui ijtima ulama siapa tahu menjadi solusi. Bukankah keseimbangan akan melahirkan keadilan.

Nanti kita bakal tahu konsepnya siapa yang paling cocok untuk mengurai segala soal. Tapi sayang .. kekuasaan akan ditentukan di bilik suara lewat selembar kertas yang harus dilubangi. Dan semua rakyat akan memilih siapa pemimpin yang dikehendaki selama lima tahun ke depan sesuai nurani .. mungkin itu suara Tuhan yang kerap menjadi misteri.

Allah berfirman: “Engkau berikan kekuasaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa saja yang Engkau kehendaki, Engkau muliakan siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa saja yang Engkau kehendaki. Di dalam kekuasaan-Mulah semua kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Maha Benar Allah dengan segala firman Nya.

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here