Komunitas Padhang Makhsyar #252: Gus Mus dan Buya Syafi’i: Tawaddhunya Dua Ulama

0
297
Foto suasana pengkaderan Taruna Melati II Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Surabaya diambil oleh Panitia

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani  Yusuf*

Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqaan: 63)

*^^*
Waktu itu adalah musim Haji..
Musim Haji terakhir yang diikuti oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah.
Yang memimpin pertemuan itu adalah Syaikh Bin Baz rahimahullah
Beberapa pertanyaan diajukan kepada Syaikh Bin Baz..
Apabila pertanyaannya berkaitan dengan masalah Fiqih..
Beliau meminta Syaikh ‘Utsaimin untuk menjawabnya..
Dan jika pertanyaannya berkaitan dengan masalah hadits..
Beliau meminta Syaikh al-Albani untuk menjawabnya..
Dan jika pertanyaannya berkaitan dengan masalah ‘aqidah..
Maka Syaikh Bin Baz sendiri yang akan menjawabnya..

Dan datanglah waktu shalat Zhuhur, waktu itu kami berada di Mina, Dan kami bertanya-tanya siapakah yang akan menjadi Imam shalat Zhuhur. Syaikh Bin Baz meminta Syaikh Al-Albani untuk menjadi Imam;
“Majulah ya aba ‘abdirrahman (kunyah syaikh Al-Albani) , engkau adalah Imam kami..”
Syaikh al-Albani berkata; “Tidak..tidak..engkau adalah Syaikh kami..engkau adalah Syaikh kami”
Syaikh Bin Baz menjawab; “Tidak..tidak..kita semua sama dalam hal al-Qur’an dan (akan tetapi) engkau lebih tahu akan hadits Rasulillah..Majulah (menjadi Imam) ya Aba ‘Abdirrahman”

Allaah..

Maka majulah Syaikh Al-Albani untuk menjadi Imam..

Syaikh Al-Albani kemudian menghadap ke arah masyaikh dibelakangnya dan berkata kepada Syaikh Bin Baz; “Ya syaikh apakah aku akan shalat dengan manusia sebagaimana shalatnya Rasulullah ataukah aku persingkat shalatnya?”
Syaikh Bin Baz menjawab; “Shalatlah bersama kami sebagaimana shalatnya Rasulullah, ajari kami syaikh..ajarilah kami bagaimana shalatnya Rasulullah..”

Lihatlah adab ini..Syaikh Bin Baz mengatakan kepada Syaikh Al-Albani; “Ajarilah kami ya Syaikh”

Beginilah adabnya para ‘Ulama..
Beginilah akhlaknya para ‘Ulama

*^^*
Siang itu usai Jumat di masjid Nogotirto terasa istimewa. Dua ulama besar di negeri ini bertemu, saling memeluk melepas rindu. Dua ulama sepuh Kyai Musthafa Bisri dari Rembang yang lebih dikenal Gus Mus berkunjung ke kediaman Prof Dr Syafi’i Maarif yang akrab dipanggil Buya Syafi’i. Datang tanpa pengawalan, beracara tanpa protokoler.

Tiada yang istimewa kecuali silaturahimnya … adab dan kerendahhatiannya. Saling mengunjungi ditengah sibuk yang padat. Gus Mus usai Takziah karibnya di jogja menyempatkan rawuh dan shalat Jumat di tempat di mana Buya Syafi’i tinggal.

Berbagai hikmah bisa kita ambil
dari dua ulama bersahaja itu. Ditengah kelimun politik yang melahirkan disparitas di kalangan umat. Kedua nya teguh ditengah, meski berbagai caci dan maki harus beliau terima. Ingin menempatkan agama pada posisi mulia tidak menjadi alat pemanis para jurkam untuk mendulang suara atau kemuliaan seseorang atau sekelompok yang mengaku paling membela agama dengan menafikkan yang lain.

Ini ujian terberatnya. Resiko ‘dilawan’ teman seiring. Diragukan iman nya dan tuduhan tuduhan lain yang keji katena beda pilihan dalam politik. Politik telah membuat sebagian kita gelap mata. Menganggap siapapun yang berbeda pilihan politik sebagai lawan yang harus enyah.

*^^*
Tak ada salah jihad politik. Tiada keliru tegakkan syariat Islam. Tak ada cela melawan ketidak adilan dan kemunkaran lainnya. Tapi akhlaq karimah tiada duanya. Tak patut berkata kasar lagi keras. Apalagi dengan saudara sesama iman. Tak pantas hanya karena beda pilihan politik dan beda Imam lantas sesama umat Islam saling merendahkan .. .. politik hanya media atau washilah bukan tujuan maka tak seharusnya politik memecah ukhwah.
Wallahu taala a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota  Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here