Komunitas Padhang Makhsyar #253: Prestasi Manalagi yang Kau Dustakan

0
198
Foto freeport diambil dari kabarnesia.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Freeport dijual di masa Soeharto, dibeli kembali di masa Jokowi. Rancang jalan tol dirancang sejak masa Soekarno, dirampungkan pada masa Jokowi. Utang luar negeri diawali di masa rezim Soekarno diwarisi dari kompeni sebagai bagian persetujuan Konferensi Meja Bundar (KMB) dan terus menumpuk hingga masa Jokowi.

*^^^
Tak ada yang sempurna, semua Presiden berikhtiar sama. Ingin negerinya sentosa rakyatnya makmur terjamin. Semua pemimpin punya era tak perlu saling merasa paling lantas menafikkan yang lain.

Hanya Soekarno sang proklamator. Dari tulisan tangan-nya, teks proklamasi disusun dengan kalimat meski patah-patah tapi sakral. Dan tak patut menilainya dengan kaidah bahasa ejaan yang disempurnakan sebagaimana disusun ahli bahasa Prof Yus Badhudhu.

Soeharto membangun stabilitas politik. Paham komunis ditumpas. Negara selamat dari Partai anti Tuhan. Sila pertama tak jadi dihapus, pembangunan dijalankan, politik di pelankan. 32 tahun berkuasa tanpa lawan. Semua Presiden yang pernah kita punya, ada kelebihan berikut kekurangan. Tak seharusnya dicela hanya karena sikap dan pandang politik berbeda. Soekarno, Soeharto Habibie, Gus Dur, Mega, SBY, Jokowi, semua hebat dan tak patut dipertandingkan.

*^^*
Indoenesia hampir 350 tahun dijajah kompeni. Di pecah belah dan dimiskinkan. Bukan hanya itu pembodohan dimana-mana. Tak ada ruang untuk mendapatkan layanan publik sampai Dr Setya Budi (Dr Douewes Decker) menggagas tentang politik etik. Semacam politik balas budi karena semua kekayaan telah dirampas. Meski tidak sepadan.

Setiap pemimpin punya era. Mereka bekerja keras pada setiap eranya. Sebelum kemudian dihujat karena situasi poiitik berubah. Dulu kita bersatu tumbangkan Soeharto. Tak ada jarak ideologi atau pun baju. Kini berpecah menjadi 20 partai dan ratusan lainnya yang tak memenuhi syarat ikut pemilu. Karena politik dan kepentingan yang membedakan.

Politik mulia diawal lantas kepentingan yang membuat semua saling berjarak, menjegal dan saling mengalahkan. Empat sahabat yang dikenal sebagai Khalifah Rasyidah itu pun juga bersaing dan berkompetisi untuk satu jabatan khalifah. Ken Arok harus bunuh Gandring guru nya dan Kebo Ijo karibnya untuk jabatan raja Singhasari.

*^^*
Marcus Junius Brutus Caepio membunuh Julio Caesar, sahabat karibnya yang selama bertahun-tahun berjuang membangun kerajaan Roma. Brutus, adalah seorang Senator Kota Roma (bahasa Latin: Senatus-senex yang artinya orangtua, yakni majelis perundingan kerajaan) pada akhir Republik Roma dan merupakan salah seorang pembunuh Gaius Julius Caesar (100-44 SM).

Dengan penuh ironi, Brutus bersama teman-temannya sesama senator, merencanakan pembunuhan atas diri Julius Caesar. Brutus dan orang-orangnya berhasil membunuh sang kaisar dalam pembunuhan dramatik yang terjadi pada 15 Maret 44 SM yang kemudian mencetuskan perang saudara di Republik Roma. Brutus kemudian diadili oleh Senatus sebagai “pengkhianat” kerajaan.

Ada dengki, jealous, dan perasaan tidak senang lainnya bercampur aduk dalam diri di antara orang-orang di sekitar “ring satu” Republik Roma. Dan, Brutus pun mulai berkomplot dengan sahabat dan adik iparnya, Gaius Cassius Longinus (85-42 SM), serta orang lain di antara mereka dengan menyebut kelompoknya sebagai Liberatores (pembebas atau penyelamat)

*^^*
Dibuatlah ketakutan dan kecemasan umum bahwa kerajaan Roma dalam keadaan terancam. Disebar isu bahwa kekayaan menyusut, disebar hoax bahwa para pembesar kerajaan culas dan pendusta. Mereka semua harus diganti dengan cara apapun bila perlu dibunuh. Lantas dirancang berbagai kerusuhan dan onar untuk mengganggu kerajaan.

Nafsu berkuasa telah membutakan akal dan budi. Segala cara dilakukan termasuk menyusun petisi palsu yang disusun para senator yang kalap. Caesar pun rubuh dicecar 60 pisau belati dibawah patung Pompey yang mereka agungkan. Perang saudara tak dapat dihindari .. Roma pun punah dibenam konflik atas nama iman .. “.

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here