Komunitas Padhang Makhsyar #256: Tassabuh Rosh-Hoshana: Haramnya Libur di Tahun Baru

0
107
Foto obyek wisata diambil dari indahnya.indonesia.web.id

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Bukan hanya tiup terompet atau bakar mercon. Liburan atau cuti khusus di tahun baru adalah simbol pertemuan kudus. Hukumnya haram. Masihkah mau libur di tahun baru ?

*^^*
Bukan hanya terompet dan mercon tapi cuti dan libur pada tahun baru 1 Januari adalah kebiasaan pagan sebagai dedikasi terhadap dewa Janus. Orang Yahudi merayakan tahun baru sebagai perayaan Rosh Hoshana dimana orang Yahudi libur dan cuti sebagai simbol pertemuan kudus (imamat:23/24).

Tahun baru yang lazim diperingati setiap tanggal 1 Januari sebenarnya adalah perayaan mengenang Dewa Janus. Salah satu dewa yang diyakini membawa banyak kebaikan di awal tahun.

Dewa Janus disebut juga dewa pintu gerbang adalah mithos yang diyakini para penyembah pagan pada jaman Romawi kuno. 1 Januari sendiri adalah satu nama bulan dalam tahun Masehi yang disusun oleh Julio Caesar yang kemudian dirayakan sebagai awal kalender.

*^^*
Kaum Yahudi kemudian memberi tambahan, perayaan awal tahun baru satu Januari sebagai perayaan Rosh Hoshana (tahun baru), sebagai hari cuti atau hari libur, ada terompet atau shofarot sebagai simbol pertemuan kudus. Pada awalnya terompet digunakan sebagai piranti aba-aba dalam peperangan sebelum kemudian dijadikan alat musik sejak jaman renaisance.

Membincang:”barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia menjadi bagian dari kaum itu, memang menarik. Semua stigma diarahkan kepada siapapun yang berserupa dianggap kafer. Termasuk merayakan tahun baru dengan semua perangkatnya: terompet, mercon, kembang api berikut cuti dan liburan tahun baru adalah bagian dari ritual agama pagan.

Sebagian kita juga ikut menikmati dengan cara yang kita sukai. Beragam aktifitas di hari libur dilakukan. Nge-mall, nonton, famili gathering, pelesir hingga reuni atau sekedar makan dan kumpul-kumpul bersama keluarga di rumah, semua dilakukan sebagai bentuk dedikasi terhadap dewa Janus.

*^^*
Apa bedanya tiup terompet dan bakar mercon kembang api dengan cuti atau ikutan liburan pada tahun baru, bukankah keduanya juga berserupa dengan kebiasaan orang pagan. Apakah tiup terompet, bakar mercon, liburan, cuti pada hari Natal dan tahun baru juga menjadi bagian dari bersetia kepada dewa Janus atau Rosh Hoshana. Saya pikir terlalu keburu memberi stigma kafer.

Tak segampang itu, hanya meniup terompet dan ikut liburan lantas iman tercabut. Apakah semua yang berserupa dianggap tassabuh. Pakai celana seperti orang Eropa, pakai motor Honda atau Toyota seperti kebiasaan agama pagan Jepang. Minum di cangkir seperti kebiasaan Konghucu bahkan bangunan masjid berkubah seperti seperti bangunan Romawi dan menara seperti kebiasaan Majusi penyembah api apakah juga tassabuh .. mungkin perlu perenungan yang lebih dalam dan jernih agar tidak setiap yang berserupa dianggap tassabuh ..

Berdoa saja kepada Allah taala agar iman kita diselamatkan dan tak gampang membuat stigma siapa yang meniup terompet atau liburan dan cuti di tahun baru dia telah kafer …

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Surabaya Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here