Komunitas Padhang Makhsyar #268: Para Ulama, Berhentilah Bertengkar Kami Sudah Jenuh

0
757

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Inilah Pilpres paling sengit yang melibatkan seluruh emosi, pikiran, kejiwaan dan hati. Bahkan di beberapa kasus juga terasa mencekam karena melibatkan keyakinan dan agama yang dibawa serta. Dan Islam yang paling terzalimi karena dibawa masuk pada wilayah politik paling praktis.

*^^*
Pilpres yang sejatinya adalah tugas partai politik dan para politisinya kini berubah ke arah yang lebih teologis, para ulama tak mau kalah dan terlibat jauh ke dalam bahkan sebagian tak segan menjadi jurkam salah satu Paslon dengan gaya dan retorika seorang ulama. sementara di mimbar lainnya sekumpulan ulama berposisi sama, akibatnya bisa di duga para ulama saling membidik pada mimbar yang berbeda.

Ketika para ulama di dua kubu bertengkar, memperturUtkan kebenaran yang diyakini nya, Umat pun berpecahan, kebingungan seperti ayam kehilangan induk bahkan ada yang bertindak di luar batas nalar. Sesama muslim saling mengkafirkan dan saling menyesatkan karena beda pilihan politik.

Benar salah menjadi sangat subyektif, bergantung dari mana berasal, tak peduli ayat Tuhan sekalipun bila keluar dari lisan ulama tak sehaluan akan dianggap dusta. Peta pertemanan juga berubah meski dalam satu firqah.

*^^*
Politik telah membutakan semua karena di raih dengan cara yang tidak halal. Saling serang dengan kabar dusta dan rakyat jadi kurban hoax. Umat Kebingungan tak tahu berada pada kebenaran agama yang mana. Sebab para ulama menjadikan hujjah yang sama untuk saling menghakimi pada musuh politik yang berbeda. Agama dijadikan alat untuk mendapat kekuasaan.

Kami bertengkar atas banyak hal, mulai dari bacaan lafal niat, bacaan qunut shubuh hingga Presiden yang harus dipilih. Kami terus berselisih hingga shaf shaf paling pinggir, di mimbar-mimbar yang seharusnya dimuliakan berubah menjadi tempat menebar dusta, pada mimbar yang mulia itu kami diajari cara membenci dan mendendam kepada sesama muslim. Kami diajari marah sebagaimana mereka marah. Kami diajari mendendam bukan memaafkan. Kami diajari cara membalas bukan meng-iklas kan.

*^^*
Mari kita berdoa bersama semoga siapapun yang sengaja dan berencana menjadikan agama dan hoax sebagai alat untuk mendapat kekuasaan bakal kalah dan hancur. Dihinakan dan direndahkan, tak dilihat publik sebagai kebaikan, dijauhkan dari mimbar yang mulia, disepikan pengikutnya dan diingkari semua tausiyah nya. Dicabut marwahnya.

Hanya Allah tabaraka wataala yang akan memberi dan mencabut kekuasaan, memuliakan atau menghinakan sesuai kehendak-Nya tanpa intervensi dari siapapun

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here