Komunitas Padhang Makhsyar #274: Sajak Tanpa Judul

0
130
Foto mulut dikunci diambil dari facebook

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Betapa kasarnya kita,
Ulama sendiri di-kafer-kan
Orang kafer di-ulama-kan

Betapa lucunya kita ,
Orang kafer di undang mendekat di mihrab, dan berdiri di mimbar-mimbar masjid, Ulama sendiri diusir dan dijauhkan

Betapa naifnya kita, tikar digelar, karpet dihampar, sambut kedatangan orang yang tidak berTuhan di iringi takbir bergema riuh bercampur sanjung dan puji

Betapa arogannya orang-orang itu, orang kafer diundang untuk membenarkan keinginan syahwat nafsu nya. Ulama sendiri diusir karena menghalang.

Betapa lucunya kawanan itu, orang-orang kafer di muliakan, kata-katanya di tuah-kan, Nasehatnya dikeramatkan, ulama sendiri di acuhkan, kata-katanya di ingkar-kan, hanya karena tak sesuai dengan yang di inginkan

Alangkah konyolnya kita, karena nafsu yang berkuasa. Siapapun yang tak sehaluan dianggap lawan. Ulama yang tak sesuai selera akan di usir dan dihardik bahkan dicap kafer. Sebaliknya orang kafer akan dimuliakan karena selera sama.

” .. .. adalah sekumpulan yang memperturutkan hawa nafsu bukan hamba yang pasrah dan sumeleh
Kawanan yang sedang menuhankan pandangan sendiri (Dahriyun) pemuja akal dan nafsu.

Mungkin kita hanyalah sekumpulan syahwat yang mengaku paling beriman … dan Tuhan, entah Dikemanakan .. sebab fatwa adalah apa yang kita inginkan harus dibenarkan. Karena ulama hanyalah alat pembenar bagi yang kita perturutkan .. ..

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here