Komunitas Padhang Makhsyar #281: Jokowi Adalah kita

0
169
Jokowi Adalah Kita

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

‘Kubur kan aku dengan panji-panji Muhammadiyah ..’ kata Soekarno santri kyai Dahlan pada saat muktamar x di Jakarta. Sementara dengan anggun dalam pidato nya di pembukaan muktamar Aceh Soeharto berkata : ‘aku adalah bibit Muhammadiyah yang di semaikan di bumi pertiwi”.

*^^*
Setiap orang boleh mengaku dan menjadi anggota Muhammadiyah sebagai hak azasi paling mendasar yang diakui. Muhammadiyah adalah organisasi dakwah amr ma’ruf-nahy munkar yang bersifat terbuka, inklusif dan modern. Muhammadiyah juga bukan milik pengurus atau sekelompok orang, tapi milik jamaah Persyarikatan tanpa memandang status.

Dalam anggaran dasar dan rumah tangga disebutkan untuk menjadi anggota minimal ada 5 syarat sebagai berikut;
Persyaratan Anggota :
1. Warga Negara Indonesia beragama Islam
2. Laki-laki atau perempuan berumur 17 tahun atau sudah menikah
3. Menyetujui maksud dan tujuan Muhammadiyah
4. Bersedia mendukung dan melaksanakan usaha-usaha Muhammadiyah
5. Mendaftarkan diri dan membayar uang pangkal.

Bila lima persyaratan ini dipenuhi maka seseorang telah berhak untuk mendapatkan pengakuan sebagai anggota Muhammadiyah yang memiliki nomor baku urut.

*^^^*
Saya aktifis Muhammadiyah sejak lahir, pun dengan ayah dan kakek buyut baik dari istri maupun saya sendiri. Ada hektar-an tanah yang sudah kami wakafkan untuk Muhammadiyah, baik di Magelang, Batu dan Malang. Tapi Saya belum menentukan pilihan politik. Keluarga kami telah berkhidmad untuk Persyarikatan sejak Muhammadiyah pertama kali berdiri.

Kakekku Haji Ainul Yaqin adalah sahabat karib Kyai Abdul Hamid Pasuruan, telah membawa ajaran Wahaby sepulang dari Mekkah tahun 1921 dalam perjalanan haji selama 9 bulan. Sejak saat itu di kampungku berdiri ‘langgar’ Wahaby pertama di kota Batu yang kemudian berangsur menjadi Muhammadiyah

Kyai haji Dalhar Iksan kakek buyut isteriku juga seorang hafidz. Membangun pesantren, sekolah dan madrasah, klinik bersalin dan kantor Muhammadiyah di Blabak Magelang sejak tahun lima puluhan dan diteruskan dzuriyah nya hingga saat ini. Meski kedua beliaunya tak punya kartu anggota Muhammadiyah. Tapi keduanya telah mewakafkan dirinya dan hartanya untuk perjuangan dakwah Muhammadiyah.

*^^^*
Siapapun boleh mengaku dan menjadi Muhammadiyah tanpa paksaan atau halangan dari siapapun termasuk bang Sandiaga Uno yang Ketua BPH UHAMKA atau Presiden Jokowi dan keluarganya tanpa kata tapi. “Supaya Bapak Ibu ketahui, Ibu Iriana itu berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Cucu saya Jan Ethes itu lahir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo. Mungkin ada yang belum tahu, ibu saya juga aktif di pengajian Aisiyah”, ungkap Jokowi yang ingin menunjukkan kedekatannya dengan Muhammadiyah. Tidak siapapun berhak dan punya otoritas menolak pengakuan sebagai warga Muhammadiyah Karena di Persyarikatan, kita berkedudukan sama.

Masing-masing kita telah berkontribusi kepada Muhammadiyah sesuai kemampuan dan kualitas yang kita punya, tidak perju merasa paling apalagi saling menafikkan. Muhammadiyah adalah rumah besar bagi siapapun. Tidak Soekarno, Soeharto, Habibie, Megawati bahkan Jokowi, Prabowo, Sandi atau Kyai Ma’ruf Amin sekalipun. Semua merasakan maslahat yang telah diberikan Muhammadiyah.

Dua kader terbaik pernah berseteru : Soekarno dan HAMKA, keduanya berbeda pandang soal ideologi dan politik kebangsaan saat itu. HAMKA mengkritik Soekarno terlalu dekat dengan PKI. Buya HAMKA dibui karena tuduhan plagiasi. Buya HAMKA juga berikhtilaf dengan Kyai Farid Ma’ruf soal pengangkatan Moeljadi Djojomartono sebagai Mentri Sosial saat itu. Tapi semua berakhir indah, sebab mereka adalah orang-orang yang tercerahkan, sebab setiap soal yang mereka perselisihkan, dan perbedaan yang mereka pertengkarkan membawa rahmat, bukan saling melaknat …
Wallahu taala a’lm

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here