Komunitas Padhang Makhsyar #282: Sesuap Makan untuk Si Lapar, Lebih Baik dari Shalat 4000 Rakaat. Sesuap Hoax Seperti Makan Beribu Bangkai Saudaranya

0
225
Potret Sudut Kota: Dua Dersaudara Menikmati Makanan.

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Judul yang sangat panjang semata hanya menegasi bahwa amal saleh adalah yang utama setelah iman. Nabi saw memerintah kan kepada kita untuk menyebarkan salam (afsu salam bainakum) bukan menyebarkan hoax atau berita berita lainnya yang bukan menjadi tugas pokok kita. Kecuali bagi mereka yang tugasnya adalah sebagai tim cyber.

*^^^*
Nabi Ibrahim as setelah selesai membangun Ka’bah, beliau shalat dalam setiap 1/4 dari luas ka’bah yang empat persegi 1000 rokaat , maka Allah memberinya wahyu: “Hai Ibrahim, bagusnya apa yang telah engkau lakukan , tapi sesuap (makanan) yang engkau infakkan kepada perut yang lapar, itu lebih baik dari pada ini semua”.

Dalam sebuah atsar disebutkan: “Bersedekah sesuap (makanan) kepada perut yang lapar, itu lebih utama dari pada memakmurkan 70 masjid jamik”.

Sedekah juga bisa mencegah bala. Seorang wanita yang sedang makan bersama anaknya di datangi seorang faqir yang lapar. Ia meminta suapan terakhir yang sudah hampir masuk di mulutnya ia urungkan dan ia berikan kepada pengemis faqir yang lapar. Selang beberapa lama anak dari wanita itu diburu srigala. Wanita itu mengejarnya dengan payah. Hingga Allah memerintahkan kepada malaikat untuk mengambil anak wanita itu dari mulut srigala. Dan katakan pada wanita itu inilah suapan terakhir makanan yang kau berikan pada pengemis faqir itu.

*^^*
Lantas bagaimana dengan keadaan para produsen, penyebar dan penikmat hoax. Allah berfirman : ‘Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.(Al hujurat:12).

Imam Qurthuby berkata: ghiba mengoyak kehormatan dan harga diri orang lain. Ghiba dimisalkan seperti makan bangkai sesuatu yang amat kotor dan menjijikkan. Ghiba seperti mayit karena orang yang dinghibai tidak mampu membela dirinya. (I’llamul Muwaqqiin dan Tafsir Al Qurthuby)

*^^*
Apakah ghiba itu?
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwsanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian apakah ghibah itu?”. Sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Bagaimanakah pendapat anda, jika itu memang benar ada padanya ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah mengghibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya”. (Muslim)

Ghiba adalah berkata yang sebenarnya atas saudara sesama muslim yang tidak disukainya. Nabi saw bersabda: barangsiapa yang suka menutupi aib saudaranya sesama muslim, maka Allah juga akan menutup aibnya pada hari ketika semua rahasia dibuka. Sebaliknya Allah akan membukakan aib dirinya dan seisi rumahnya kepada para penyebar aib.”.

*^^*
Islam tidak akan pernah kalah meski semua musuh bersekutu, kecuali kita sesama Islam saling menawan dan mengalahkan sendiri. Nabi saw berdoa :
” .. .. agar mereka tidak dikuasai oleh musuh dari luar mereka yang akan menodai kedaulatan mereka, sekalipun musuh itu berkumpul dari seluruh penjuru dunia, kecuali jika sebagian dari mereka membinasakan sebagian yang lain dan mereka saling menawan satu sama lain.” (Muslim dan Tirmidzi)
Wallahu taala a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan Pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here