Komunitas Padhang Makhsyar #300: Sandi Uno dan Kaum Muda Progresif

0
123
Ilustrasi diambil WAG

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Sandiaga Uno merepresentasi kaum muda progresif–bangsa kita butuh pikiran kreatif untuk mengurai berbagai masalah kebangsaan akut—

*^^^*
Selalu ada kaum tua dan kaum muda. Pada setiap fase atau etape. Tak selalu berkaitan dengan usia. Sebab muda dan tua adalah soal nalar dan daya pikir.

Pikiran progresif. Kreatif dan inovatif. Sandi salah satunya. Bangsa ini perlu orang-orang muda progresif yang berpikir ke depan meski tidak melupakan masa lalu. Soekarno–Hatta–Yamin–Soepomo adalah nama-nama yang tidak boleh dipisah dari bangunan negara bernama Indonesia.

Mereka disebut kaum muda. Sedikit ‘nakal’ karena kerap berpikir di luar ke laziman tapi disitulah letak kekuatannya. 350 tahun bukan waktu yang pendek untuk ukuran lama di jajah. Selama kurun itu pula bukan berarti tak ada perlawanan melawan penjajah.

*^^^*
Perlawanan Soekarno seakan memberi finishing tentang perjuangan yang telah lama. Tugas kaum muda: Soekarno dkk menarik garis batas dan memberi kata putus: Proklamasi 17 Agustus 1945. Putusan yang terkesan mendadak tapi jeli memanfaatkan momen. Itulah progresifitas kaum muda yang tiada ada pada kaum tua. Berani mengambil resiko. Cepat tapi tepat. Tulisan Soekarno tentang memudakan pengertian Islam barangkali patut dibaca lagi.

Bangsa ini perlu dipimpin orang-orang muda progresif yang kreatif dan inovatif. Bukan melupakan jasa yang tua–hanya semacam terobosan atau ijtihad keluar dari rutinitas dan sistem birokrasi beku.

Mungkin yang tua merasa masih muda. Lantas membuat berbagai alibi bahwa yang muda belum waktunya tampil ke depan. Atau alasan lain yang dibuat untuk melanggengkan kemapanan. Kaderisasi yang gagal atau kader muda kurang begini dan kurang begitu.

*^^*
Sandiaga Uno adalah pemimpin alternatif untuk mengurai kebuntuan kepolitikan nasional. Gagasannya lugas, inovatif dan banyak pikiran atau ide baru yang tidak di duga. Pikiran muda memang selalu lincah dan gesit meski terkadang kita kaum tua tak cukup energi bisa mengikuti. Saatnya yang tua memberi jalan yang lempang kepada kaum muda tampil ke depan memimpin bangsa ini.. semoga .

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here