Komunitas Padhang Makhsyar #313: Kebangkitan China-Politik

0
88
Foto Ilustrasi Laksmana Cheng Ho diambil dari Boombastis.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Panembahan Djin Bunn biasa disebut Raden Patah–

^^
Siapa bisa bendung China. Bukankah Djin Bunn adalah Raja Islam pertama di tanah Jawa. Kongsi Wali-Songo dan politisi China cukup efektif bisa meruntuhkan kekuasaan Hindhu Majapahit sekaligus memindah pusat pemerintahan ke Demak Bintoro.

Panembahan Djin Bun yang di kenal dengan berbagai nama Raden Hasan, Raden Zaenal Abidin dan Raden Patah itu kemudian bertahta sebagai sultan Demak. Seorang ulama ksatria keturunan China. Dari ibu bernama Siu Ban Ci, lahir di Palembang di rumah Adipati Arya Damar.

Kongsi politik antara Walisongo dan China memang menarik. Keduanya menjadi kekuatan yang ampuh untuk meruntuhkan Majapahit dan membangun emperium baru ke-Sultanan Demak Bintoro.

^^
Orde Baru mungkin menjadi orde paling buruk bagi China. Jangankan berpolitik–jadi pemain iklan TV pun tak boleh. China dimarjinalkan kalau tak boleh dibilang dijadikan sebagai warga negara kelas dua yang tak punya hak politik.

China–Diberangus hak politiknya justru dominan di bidang ekonomi. Ironisnya, kebanyakan para saudagar kapitalis lahir dari etnis bermata sipit ini. Lantas para politisi di danai para taipan ini untuk memenuhi ongkos politik yang makin mahal. Jadilah seperti yang sekarang kita saksikan pada Pilpres tahun ini.

^^
Puncak kebangkitan China-Politik bermula dari terpilihnya Ahok sebagai gubernur DKI. Kemenangan Ahok seakan menyentak semua politisi Islam yang tertidur. Berbagai upaya untuk membenam Ahok dilakukan dan mencapai puncaknya dengan stigma penista agama. Ahok kalah dan dibui.

Sampai disini pertaruhan China-Politik bisa diredam beberapa saat. Efek Ahok juga menimpa beberapa politisi China lainnya–sebut saja Hari Tanoe yang layu sebelum berkembang. Proses delegitimasi China-Politik sangat efektif dengan menggunakan politik identitas. Dibangun berbagai ketakutan dan kecemasan–dan ini cukup berhasil meski baru di permukaan–sebab di dalam–China-Politik juga kian menggurita dengan menguasai berbagai sumber daya alam dan kekuatan ekonomi.

Kondisi demikian menagih China-Politik memodifikasi politiknya meski tetap dalam tataran penguasaan atas hajad hidup orang banyak. Bagi China-Politik menguasai hajad hidup orang banyak adalah substansi sumber kekuatan untuk menguasai dan mengendalikan pergerakan politik secara keseluruhan … demikian kira kira yang mereka pahami dari nasehat kakek gurunya almarhum Jenghis Khan ..
Wallahu taala a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here