Komunitas Padhang Makhsyar #326: Puasanya Dua Wanita Penggunjing

0
368
Ilustrasi diambil dari Ruang Muslimah

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Di era digital–Fasilitas menggunjing dan sebar fitnah terbentang luas—Di medsos kita bisa melakukan keduanya sekaligus: makan bangkai kawan sendiri (ghiba) atau bunuh teman yang tidak kita sukai (fitnah). Kita juga bisa pilih bangkai siapa yang bakal kita lahab sesuai selera. Bangkai nya Jokowi atau Prabowo. Semua lengkap tersedia.

^^
Dikisahkan bahwa pada zaman Rasulullah saw ada dua orang wanita yang berpuasa, lalu ada yang menceritakan perihal keduanya kepada Rasulullah saw.
Dia berkata, “Wahai Rasulullah, di sini ada dua orang wanita yang berpuasa, keduanya hampir mati karena kehausan.” Ternyata Rasulullah saw berpaling dan tidak menggubrisnya. Orang itu pun datang lagi kepada beliau dan kembali menceritakan kejadian tersebut.

Dia berkata, “Wahai Rasulullah keduanya hampir mati.” Maka Rasulullah saw bersabda, “Panggil keduanya.” Akhirnya kedua wanita itu pun datang. Rasulullah saw meminta untuk diambilkan sebuah ember, lalu beliau bersabda, “Muntahlah!” Maka salah satu dari keduanya pun muntahh, ternyata dia memuntahhkan air nanah bercambur darah sehingga memenuhi setengah ember.

Lalu Rasulullah saw memerintahkan kepada wanita yang satunya untuk muntah, dan dia pun memuntahkan nanah bercampur darah sehingga ember itu penuh, lalu beliau bersabda, “Kedua wanita ini berpuasa dari apa yang dihalalkan oleh Allah namun malah berbuka dengan yang diharamkan oleh-Nya, keduanya duduk-duduk untuk makan daging manusia.”

^^
Di medsos kita bisa melakukan keduanya sekaligus: makan bangkai kawan sendiri (ghiba) atau bunuh teman yang tidak kita sukai (fitnah). Kita juga bisa pilih bangkai siapa yang bakal kita lahab sesuai selera. Semua lengkap tersedia.

Berbuka dengan bangkai–meski tak makan atau minum. Lantas apa yang kita dapat dengan haus dan lapar. Saya pernah berpikir Pilpres akan segera slesaikan konflik dan selisih tapi terhyata salah. Sebab kemudian muncul materi ghiba lain yang tak kalah krusial.

Saya hanya cemas ketika ghiba menjadi sejenis narkotika yang membuat banyak orang ketagihan. Hidup serasa tak lengkap tanpa makan daging bangkai kawannya .. lantas dimana puasa yang kita banggakan itu .. Ironis memang.

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan Pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here