Komunitas Padhang Makhsyar #336: Islam Tidak Pernah Kalah

0
160
Ilustrasi diambil dari kiblat.net

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Jadi merendahlah dihadapan Rabb Yang Maha Tinggi–jangan pernah memberi informasi yang salah untuk di ijabahnya sebuah doa untuk kemenangan Paslon tertentu–sebab Allah Maha Tahu … dan tak perlu ganti Tuhan karena doa tak diijabah atau dikabulkan tidak sesuai dengan yang kita mau…

*^^*
Islam identitas boleh lenyap. Islam puritan boleh dibenam. Islam nusantara boleh enyah. Islam moderat, Islam radikal islam garis keras atau Islam garis lucu boleh tiada tapi Islam tak pernah lenyap ia dijaga Allah. Bukan kita.

Yang kalah pada Pilpres 2019 bukan Islam—tapi para aktifis Islam politik.

Al Islamu ya’lu wala yu’la ‘alaih—Islam itu tinggi tak ada lagi yang lebih tinggi darinya. Islam dijaga Allah bukan kita. Islam tak bisa dan tak pernah kalah. Islam tak bakal punah meski Prabowo kalah. Islam sudah ada dan berkembang jauh sebelum Pilpres. Jargon bahwa Islam bakal punah atau lenyap karena alasan Pilpres adalah pernyataan politis para timses untuk mendulang suara bukan suara Islam yang sesunguhnya.

*^^*
Para rasul adalah pengemban risalah. Kepada mereka Islam diwahyukan dengan membawa pesan langit. Pesan itu berupa kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan syahadat rasul dimana nabi Adam, Nabi Sits hingga nabi terakhir Muhammad saw.

Semua nabi membawa pesan sama : ke esa an Allah dan kesaksian terhadap para rasul.
Ada nabi tanpa pengikut–ada nabi dengan dua pengikut–ada nabi dengan puluhan pengikut–bahkan ada nabi yang dibunuh atau di usir. Padamkah Islam ? Tidak sama sekali.

*^^*
Reduksi Islam untuk kepentingan kelompok itu akar masalahnya–berbeda ketika Islam pertama kali datang dibawa rasul Muhammad saw—dimana kepentingan kelompok ras kabilah suku dibenam untuk tegaknya Islam. Islam tegak berdiri karena kerelaan para pengikutnya meniadakan sama sekali identitas golongan.

Muhadjirin dan Anshar adalah model bagaimana dua kelompok Islam melebur menjadi sebuah kekuatan yang menyokong tegaknya Islam di awal periode ( generasi salaf). Pada masyarakat salaf inilah Islam mencapai puncak spiritualitas di mana nabi saw dan para sahabat menjadi uswah.

*^^*
Menjadikan Islam sebagai alat perjuangan untuk kepentingan kelompok atau sebaliknya—dan kita semua berhak memerjuangkan Islam menurut cara yang kita anggap benar–dan tak perlu merasa paling berjuang tegakkan Islam–seakan Islam tak bisa tegak kalau tak ada kelompoknya–memang antum siapa–Islam bukan milik kelompok atau kabilah tertentu—Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam dada. Allah sangat dekat dan mengabulkan doa-doa menurut kehendak Nya, bukan kehendak kelompok atau seseorang tertentu … 🙏🙏🙏

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan Pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here