Komunitas Padhang Makhsyar #338: Puasa Pelembut Hati

0
213
Ilustrasi diambil dari google.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Firman Allah swt: ‘Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Taha: 44).

*^^*
Allah perintahkan kepada Musa as dan Harun as untuk bernasehat dengan lemah lembut kepada Firaun: pemimpin paling zalim–paling sombong–paling culas paling curang–paling brutal dan mengaku diri sebagai Tuhan yang dapat menghidupkan dan mematikan. Menghalalkan semua cara dan kecurangan secara sistematis–terstruktur dan massif untuk melanggengkan emperiumnya.

Kemudian Allah mendoakan kepada Firaun agar ingat dan takut. Apa ada sekarang pemimpin sekelas dan sehina Firaun ? Lantas kenapa nasehat kita keras dan menyakitkan ?

Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Biasakanlah memberi nasehat pada saat sendirian. Jauhkan nasehat dariku saat berada bersama orang lain. Sebab nasehat pada saat bersama orang-orang adalah satu bentuk penghinaan yang tidak ingin aku dengar. Bila engkau menentangku dan tidak mematuhi perintahku. Jangan gundah bila engkau tidak diberi ketaatan.”

*^^*
Kasih sayang tidak akan muncul pada para pencela–pemaki dan pelaknat. Kata-kata kasar lagi kotor keluar dari lisannya, dia lupa bahwa semua kata-kata tadi juga bakal kembali menimpa dirinya. Kebenciannya telah membutakan matahatinya untuk menerima kebaikan dari orang yang dibenci nya. Sungguh sengsara orang yang demikian.

Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah ada sikap lemah lembut dalam sesuatu kecuali ia akan memperindahnya, dan tidaklah sikap lemah lembut diambil dari sesuatu kecuali ia akan memperburuknya.”

-*^^*
Wahai para pemburu kekuasaan, tidakkah puasa ramadhan kali Ini bisa membuat mu rehat dan bertawakal kepada Allah ?

Wahai para penegak syariat percayalah Islam tak bisa ditegakkan sendirian ?

Wahai para penyeru dan penganjur kebaikan peecayalah kebaikan tak bisa tegak dengan cara mencela dan melaknat

Wahai pemburu keadilan. Keadilan ada dalam dirimu. Pada sikapmu terhadap orang yang kamu benci.

Aku takut ya Rabb –jika ramadhan kali ini tak juga membuatku ingat kepadamu–tidak melembutkan hatiku dan tidak membuatku rendah hati–terus mencela dan memaki atas nama agamamu–

*^^*
Ya Allah, limpahkan kepada kami rahmat-Mu yang luas, yang dengannya Engkau ampuni dosa-dosa, Engkau hapus kesalahan-kesalahan, Engkau maafkan kekhilafan. Lembutkanlah hati dan pikiran kami–agar mudah memaafkan kesalahan yang ditimpakan kepada kami ..

Wahai Rabb Yang Maha Lembut …lembutkanlah hati para ulama panutan kami dan umara pemimpin kami ..

Ya Rabb .. jauhkan kami dari akibat buruk ulama syu’ dan umara dzalim diantara kami .. Aamin

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here